Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kudus Urutan Pertama Kepuasan Kinerja Pengawas dan Kepala Madrasah - Balitbang Agama Semarang

Hasil penelitian Litbang Agama Semarang menunjukkan Kabupaten Kudus menempati urutan pertama, dalam hal indeks kepuasan guru dan kepala madrasah.

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
ISTIMEWA
Focus Group Discussion penyusunan modul penelitian tindakan pengawas bagi pengawas madrasah di Hotel @Hom Kudus, Kamis (4/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Temuan penelitian Balai Penelitan dan Pengembangan (Litbang) Agama Semarang menunjukkan Kabupaten Kudus menempati urutan pertama, dalam hal indeks kepuasan guru dan kepala madrasah terhadap kinerja pengawas.

Hal ini mengemuka pada diskusi pengawas, guru, kepala madrasah, dan stakeholder pengawas yang meliputi pejabat Kemenag dan akademisi IAIN Kudus di @Hom Hotel Kudus, Kamis (4/7/2019).

Dalam penelitian ini, Tim Peneliti Pendidikan Agama dan Keagamaan Balai Litbang Agama Semarang, Muzayanah dkk, dilakukan terhadap 310 kepala Madrasah Ibtidaiyah dan 1.822 guru Madrasah Ibtidaiyah di Jawa Tengah.

Hasilnya, nilai Indeks kepuasan guru terhadap kinerja pengawas diperoleh nilai sebesar 85,12.

Sementara rata-rata kepuasan guru terhadap kinerja pengawas di Jawa Tengah sebesar 79,53.

Temuan lain adalah beban kerja pengawas madrasah sangat tinggi.

Bahkan, rasio jumlah pengawas dengan jumlah madrasah yang harus diawasi sudah tidak rasional.

Satu orang pengawas idealnya hanya mengawasi 12 sampai 15 madrasah.

Padahal, di satu kabupaten pengawas hanya lima orang, sementara jumlah madrasah yang harus diawasi ada 826 unit.

"Ini artinya rata-rata satu pengawas harus mengawasi 165 lembaga. Inilah di antara yang menyebabkan adanya gap antara harapan (expectations) dengan persepsi kinerja (perceived performance) pengawas," kata Peneliti Senior pada Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang, Aji Sofanudin.

Selain itu, kemampuan pengawas dalam melakukan bimbingan khususnya terkait penelitian juga rendah.

Oleh karena itu, Balai Litbang Agama memfasilitasi penyusunan modul penelitian, khususnya terkait Penelitian TIndakan Kepengawasan (PTKp) bagi pengawas madrasah.

Dipilihnya Kudus sebagai tempat pelaksanaan diskusi ini merupakan bentuk apresiasi Balai Litbang Agama Semarang terhadap kinerja pengawas di Kabupaten Kudus.

"Kami ingin belajar bagaimana praktik terbaik kepengawasan madrasah yang sudah berjalan di Kabupaten Kudus bisa ditularkan di tempat lain," ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, beberapa hal yang menyebabkan kualitas kepengawasan baik yaitu usia pengawas yang relatif muda.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved