Pendaftaran Online PPDB SMA/SMK di Jateng Berakhir Besok, 4 Pendaftar di Semarang SKD Tak Valid

Pemprov Jateng terus melakukan segala sesuatu agar pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 berlangsung maksimal

Pendaftaran Online PPDB SMA/SMK di Jateng Berakhir Besok, 4 Pendaftar di Semarang SKD Tak Valid
Tribunjateng.com/Hermawan Handaka
Ratusan Calon Siswa SMA dan SMK Se Jateng Mulai Melakukan Pendaftaran Sekolah 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemprov Jateng terus melakukan segala sesuatu agar pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 berlangsung maksimal.

Penemuan surat keterangan domisili (SKD) palsu di beberapa daerah di Jateng yang digunakan untuk mendaftar sekolah, membuat pemverifikasian semakin dioptimalkan.

Kepala Disdikbud Jateng, Jumeri mengungkapkan pihaknya terus menyisir apabila terdapat lagi SKD palsu ditemukan di sekolah-sekolah untuk pendaftaran peserta didik baru.

Hingga saat ini menurutnya ada 96 calon siswa yang dicoret karena mendaftar menggunakan SKD palsu agar bisa diterima di sekolah yang diinginkan.

"Kita terus intens agar semua SKD yang digunakan dalam pendaftaran asli," ujarnya, Kamis (4/7/2019).

Menurutnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng juga menerjunkan petugas untuk mengunjungi rumah-rumah calon peserta didik baru.

Hal itu dilakukan untuk memastikan alamat yang tertera di SKD sama dengan alamat sesungguhnya dari rumah calon peserta didik baru.

"Hal tersebut agar pemeriksaan SKD bisa sempurna," ujar dia.

Jumeri sekali lagi mengimbau agar dalam pendaftaran sekolah menggunakan data asli. Ketentuan penggunaan SKD minimal sudah bertempat tinggal di lokasi tersebut selama enam bulan.

"Jadi jelas, begitu palsu kami coret," papar Jumeri.

Ia pun mendorong para peserta untuk segera mendaftar secara online di website resmi dari Pemprov Jateng. Batas pendaftaran yakni Jumat (5/7/2019) besok pukul 23.59.

Wiharto, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Semarang mengungkapkan hingga saat ini ada 4 pendaftar di Semarang menggunakan SKD palsu. Semuanya langsung dicoret.

"Untuk total di Semarang ada 174 jumlah pengguna SKD. Yang valid 170, sisanya tidak valid," ujar dia.

Peserta pengguna SKD tidak valid yakni 2 di SMAN 8 Semarang, dan 2 lagi di SMAN 12 Semarang.
"SMAN 2 Semarang terbanyak dengan 28 SKD," ujarnya. (Ahm)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved