Tanoto Foundation
Susilo Adi Saputro, Menghidupkan Semangat Belajar yang Menyenangkan Lewat Pin Literasi
"Saya membuat belajar bersama anak itu menyenangkan. Seperti yang disampaikan Ki Hajar Dewantara"
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - "Saya membuat belajar bersama anak itu menyenangkan. Seperti yang disampaikan Ki Hajar Dewantara bahwa pembelajaran bisa di depan, di tengah, atau belakang. Ada saatnya kita di depan mengajari, di tengah membimbing, dan di belakang mendorong anak untuk maju."
Prinsip itu tidak hanya menjadi kutipan bagi Susilo Adi Saputro (41), tetapi benar-benar hidup dalam praktik kesehariannya di SD Negeri Tawangmas 02, Semarang, Jawa Tengah.
Sebagai kepala sekolah baru, amanah itu dirasakan Susilo bukan sekadar jabatan. Ia merasa memiliki tanggung jawab besar untuk menghidupkan kembali semangat belajar siswa. Susilo memahami perubahan tidak bisa datang hanya dari kebijakan, tetapi juga dari keteladanan dan kedekatan dengan siswa serta guru.
Pak Sus, begitu ia akrab disapa tidak mengisi pembelajaran dengan instruksi-instruksi kaku. Hari-hari pertamanya di SDN Tawangmas 02 ia gunakan untuk pengamatan dan pendekatan dengan berkeliling kelas, berbincang dengan guru, menyapa siswa, dan mencoba memahami budaya sekolah yang sudah berjalan.
Dari situlah ia melihat satu hal penting dari anak-anak, yakni potensi mereka yang sebenarnya besar, hanya belum sepenuhnya terwadahi.
Ia pun mulai memikirkan cara sederhana namun tetap bermakna untuk menggerakkan perubahan dari lingkungan sekolah. Sebab baginya, kunci pendidikan bukan hanya pada materi pelajaran, tetapi bagaimana anak merasa dihargai dalam proses belajar.
Gagasan itu kemudian ia tuangkan melalui program literasi yang kini menjadi ciri khas sekolah tersebut.
Saat program itu dilaksanakan, suasana sekolah berubah menjadi panggung kecil keberanian. Siswa dari berbagai kelas berkumpul di halaman masjid depan sekolah dengan membawa buku masing-masing.
Setelah membaca selama beberapa menit, satu per satu maju ke depan untuk menceritakan kembali isi bacaan mereka.
Bagi sebagian anak, membaca di depan banyak orang bukan hal mudah. Apalagi di depan teman-teman lintas kelas, bagi banyak anak, memerlukan keberanian besar. Rasa malu dan gugup sering kali muncul di diri mereka.
Namun demikian, sebuah pembiasaan dari praktik baik perlahan mampu memberikan perubahan bagi anak-anak didiknya.
Suasana lingkungan yang awalnya biasa saja perlahan berubah menjadi lebih hidup. Anak-anak yang dulunya pasif, mulai berani mengangkat tangan. Mereka yang sebelumnya menunduk kini mencoba berdiri di depan.
Susilo mengatakan, dirinya tidak pernah memaksa siswa. Menurutnya, ia hanya membuka ruang. Di ruang itulah, keberanian anak-anak tumbuh.
Setiap anak yang maju ke depan bukan hanya sedang menceritakan isi buku, tetapi sedang menaklukkan rasa takutnya sendiri. Dan ketika sebuah pin kecil disematkan di dada mereka, ada kebanggaan yang tak bisa diukur dengan angka.
“Kegiatannya mungkin kalau dilihat sepele, tetapi saat maju ke depan itu butuh keberanian. Jadi kami mencoba membuat anak-anak itu lebih berani lagi, bagaimana mereka mengungkapkan apa yang sudah mereka pelajari, apa yang sudah mereka baca dari buku tersebut dan mereka sampaikan di depan teman-temannya tidak hanya satu kelas, tetapi kelas 1 sampai 5,” kata Susilo ditemui Tribun Jateng di kantornya, Rabu (8/4/2026).
beasiswa tanoto
fasilitator Tanoto Foundation
Visionary Pintar Tanoto Foundation
Tanoto Foundation
| Dari Kotak Susu ke Tiket KA, Cara Guru SD di Patean Kendal Bikin Numerasi Jadi Menyenangkan |
|
|---|
| Inovasi Guru SD di Kendal, Ajak Murid Hitung Pengeluaran Rumah Pakai Metode Detektif Angka |
|
|---|
| Cara Seru Belajar Pencemaran Lingkungan Lewat Eco-Rotation, Inovasi Guru SDN Danawarih 03 Tegal |
|
|---|
| Sudiyanti Guru SMPN 2 Pangkah Tegal Ajak Murid Manfaatkan Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi |
|
|---|
| Suasana Sekolah Lebih Hangat, Nur Aripiyah Kepsek SDN Gumalar 2 Tegal Hadirkan Strategi Lentera Hati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260414-Susilo-Adi-Saputro-41-Kepala-SD-Negeri-Tawangmas.jpg)