Salut! Anak Petani Raih Adhi Makayasa, Muhammad Idris Lulusan Terbaik Akpol 2019
Nama Muhammad Idris yang meraih Adhi Makayasa mencuri perhatian dalam wisuda angkatan 50 Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jumat (5/7).
Penulis: Adelia Sari | Editor: Catur waskito Edy
Kebahagiaan Muhammad Idris anak petani Solok Selatan yang meraih Adhi Makayasa atau lulusan terbaik Akpol 2019
TRIBUNJATENG.COM -- Nama Muhammad Idris mencuri perhatian dalam wisuda angkatan 50 Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jumat (5/7).
Anak petani asal Solok Selatan, Sumatera Barat ini dinobatkan sebagai lulusan terbaik dan mendapat empat penghargaan sekaligus.
Wajah semringah terlihat saat Dasrial mendampingi foto bersama buah hati, Muhammad Idris.
Mengenakan peci, jas dan dilengkapi dasi, Dasrial terlihat bangga melihat Idris diwisuda.
Tak hanya itu, petani asal Desa Mudiak Lawe, Kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan, Sumatera Barat, patut berbesar hati lantaran putranya dinobatkan sebagai lulusan terbaik di wisuda angkatan 50 yang digelar di Gedung Cendekia, Kompleks Akpol Semarang itu.
Idris berhasil mendapatkan empat penghargaan sekaligus, yakni Adhi Makayasa, Ati Tanggon Emas, Ati Trengginas Perak, dan Ati Tangkas Perak.
• Ini Nama-nama Peraih Adhi Makayasa Akpol, Lulusan Terbaik Akademi Kepolisian di Semarang
• Video Viral Bocah Ini Sepekan Ditonton Jutaan Netizen, Diwan Kondang Berkat Ikan Cupang
• Sedang Jadi Sorotan Dunia, Jokowi Diulas Tiga Media Asing, The New York Times hingga The Japan Times
• Warung Lesehan Seafood Bu Anny Slawi Viral Lagi, Nasibnya Akan Ditentukan Selasa 9 Juli
Tak hanya Dasrial, Idris pun tak kalah senang.
Dia tak menyangka, ayah dan kakak perempuannya bisa mendampingi wisuda.
Acara tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat dari Polda Sumatera Barat.
Idris pun mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal, Wakapolda Brigjen Pol Damisnur, dan Kapolres Solok Selatan AKBP Imam Yulisdianto yang telah membawa ayah dan kakaknya ke Semarang.
"Ini kado yang luar biasa karena saya ketahui, beliau (ayah Idris) tidak bisa hadir kemari karena harus bekerja di sawah dan terkendala biaya.
Namun oleh Pak Kapolda dan Kapolres, ayah dan kakak saya diajak ke sini," ucap Idris dengan suara bergetar menahan tangis.
Taruna kelahiran 8 Juli 1996 itu berhasil lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3.54 dari 4.
Menurutnya, prestasi yang dia raih tak lepas dari didikan sang ayah disertai doa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/muhammad-idris-dan-sang-ayah-dasrial-lulusan-terbaik-akpol.jpg)