Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bupati Pekalongan Minta LKM BKD Berikan Kemudahan Akses Keuangan Masyarakat

Pemkab Pekalongan bekerja sama dengan BPR dan BKK dan bank tersebut memiliki program 'Nongol' yakni No Bank Tongol sinergi bersama lainnya.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi melaunching PT LKM BKD Kabupaten Pekalongan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Rabu (10/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Akses masyarakat terhadap perbankan saat ini baru 20 persen.

Artinya, 80 persen masyarakatnya belum terakses perbankan.

Oleh karena itu, Lembaga Keuangan Mikro Badan Kredit Desa (LKM BKD) Kabupaten Pekalongan diharapkan dapat memberikan kemudahan akses keuangan kepada masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Pekalongan Asip saat melaunching PT LKM BKD Kabupaten Pekalongan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Rabu (10/7/2019).

"Di negara-negara maju akses masyarakat terhadap perbankan hampir 100 persen. Namun, di Indonesia masih orang-orang tertentu saja. Lapisan masyarakat menengah ke bawah belum tersentuh," kata Asip kepada Tribunjateng.com.

Asip mengungkapkan, kehadiran BKK, BPR, dan LKM-LKM sangat dibutuhkan masyarakat.

"Semakin banyak LKM, semakin mudah akses masyarakat ke perbankan," jelasnya.

Menurutnya, lembaga keuangan mikro ini sangat penting.

Di negara-negara yang sudah maju seperti Cina tata kelola keuangannya yang berkembang LKM dahulu.

LKM membiayai unit-unit produksi yang mereka produksi.

"Di sini mudah-mudahan setelah hari ini dilaunching menjadi LKM BKD yang profesional, manfaatnya akan terasa, karena ini melayani kredit yang ultra mikro," ungkapnya.

Dikatakan, Pemkab Pekalongan bekerja sama dengan BPR dan BKK dan bank tersebut memiliki program 'Nongol' yakni No Bank Tongol.

"Program Nongol ini hampir sinergi dengan ini (LKM BKD), karena Nongol itu No Bank Tongol. Ke depan Pemkab bisa bekerja sama dengan LKM memberikan kredit sangat ringan, tanpa agunan, dan tanpa bunga," ujarnya.

Asip berpesan kepada jajaran dewan komisaris, dewan direksi, dan karyawan PT LKM BKD Kabupaten Pekalongan untuk amanah serta berhati-hati dalam mengelola dana publik tersebut.

Pihaknya mengimbau, agar LKM BKD bisa memberikan kemudahan akses keuangan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Karena ini ultramikro ya, maka Rp 250 ribu, Rp 100 ribu, ini sudah luar biasa, daripada mereka kena bank tongol," tambahnya. (Indra Dwi Purnomo)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved