Gara-gara Cedera Bahu Saat Latihan, Aswin Batal Ikut Wisuda Taruna Akmil, Gagal Lanjut Dinas Militer
Nasib kurang beruntung dialami Aswin Wiratama, mantan Taruna Akademi Militer (Akmil) tingkat IV tahun pendidikan 2018/2019.
Penulis: yayan isro roziki | Editor: galih permadi
Taruni terbaik yang menyabet penghargaan Anindya Wiratama adalah Sermatutar Dewi Okta Pusparini.
Merupakan Taruni asal Pati, Jawa Tengah, dengan kecabangan Corps Keuangan (CKu), lulus dengan IPK 3,61.
Taruna Terbaik Akmil 2019
Fajar Muhammad Al Farouk, memeluk erat ayahnya.
Matanya berkaca-kaca, tak kuasa menahan haru sekaligus rasa bahagia.
Lepas dari pelukan Mayor (Purn) Kasiyadi --sang ayah--, ia pun segera melakukan hal serupa terhadap ibunda Sri Wahyuni.
Farouk baru saja meraih penghargaan Adhi Makayasa.
Pemuda kelahiran 12 September 1996 itu dinobatkan sebagai sersan mayor satu taruna (Sermatutar) yang lulus dengan predikat terbaik.
Pengukuhannya dilakukan dalam Penutupan Pendidikan dan Wisuda Sarjana Taruna Akademi Militer Tingkat IV Tahun Pendidikan 2018/2019 di Lapangan Pancasila, komplek Akademi Militer (Akmil), Kota Magelang.
Taruna asal Bondowoso, Jawa Timur, dengan kecabangan Corps Penerbang (Cpn) itu lulus dengan IPK 3,75.
Seusai meraih Adhi Makayasa, Faoruk bertekad akan mengubah mindset banyak orang.
Menurut dia, selama ini banyak yang berpikiran 'hanya infanteri yang memimpin'.
"Mungkin orang di luar sana berpikir, hanya infanteri yang bisa memimpin. Saya bertekad ingin ubah mindset itu, semua kecabangan sama, tinggal bagimana seorang tentara profesional dalam mengemban tugasnya," ucap Faoruk, bersemangat.
Perihal Corps Penerbang sebagai kecabangan yang ditekuni, Farouk mengatakan itu bukan merupakan pilihan pribadi.
Semua berdasarkan hasil tes psikologi saat awal memasuki kawah candradimuka perwira TNI AD itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ksad-jenderal-tni-andika-perkasa-mengalungkan-samir-kepada-wisudawan-akmil.jpg)