DPKP Brebes Dorong Petani Kembangkan Produk Kopi Capar

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes mendorong para petani kopi di Brebes untuk dapat mengembangkan budidaya kopi menjadi

DPKP Brebes Dorong Petani Kembangkan Produk Kopi Capar
TRIBUN JATENG/M ZAENAL ARIFIN
Kabid Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Brebes, Tanti Palupi, menunjukkan produk kemasan Kopi Camar di kantornya, Jumat (12/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes mendorong para petani kopi di Brebes untuk dapat mengembangkan budidaya kopi menjadi produk yang siap konsumsi.

Satu di antaranya dengan menggencarkan sekolah lapangan (SL) bagi petani kopi. Di sekolah lapangan tersebut, para petani diajarkan tehnik menanam kopi, perawatan hingga produksi menjadi kopi bubuk siap konsumsi.

"Selama ini sebenarnya Brebes memiliki produk kopi yang siap konsumsi yaitu Kopi Capar yang diproduksi petani di Desa Capar, Salem. Hanya memang belum meluas karena baru berjalan beberapa tahun terakhir," kata Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan DPKP Brebes, Tanti Palupi, Kamis (11/7/2019).

Munculnya brand Kopi Capar di Brebes tak lepas dari luasnya lahan perkebunan kopi petani yang mencapai 1.035,53 hektar. Jumlah tersebut tersebar di lima kecamatan yang berada di wilayah selatan Brebes yaitu Salem, Bantarkawung, Paguyangan, Sirampog dan Banjarharjo.

Setiap tahunnya, lanjut Tanti, para petani mampu memproduksi 498,54 ton kopi. Dengan jumlah tersebut, Brebes memiliki potensi yang besar menjadi daerah produsen kopi selain dikenal dengan tanaman bawang merah dan telur asin.

"Produksi kopi paling banyak terdapat di Kecamatan Salem yaitu di Desa Capar. Bahkan saat ini petani sudah memproduksinya menjadi kopi siap konsumsi yaitu kopi robusta Capar," paparnya.

Selain kopi robusta di Desa Capar, Salem, DPKP Brebes juga mendorong potensi kopi arabica yang terdapat di Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog. Meski kopi tersebut juga sudah mulai diproduksi menjadi kopi siap konsumsi, namun jumlahnya belum sebanyak Kopi Capar di Salem.

"Kami ingin ada nilai tambah yang diperoleh petani kopi dengan mengelola kopi dari hulu sampai hilir. Sehingga tidak hanya menanam dan memanennya saja tapi juga mengolah menjadi produk," harapnya.

Berbagai upaya juga sudah dilakukan Pemkab Brebes melalui DPKP. Selain memberikan sekolah lapangan secara rutin, juga memberikan berbagai bantuan.

Pada 2018 lalu, DPKP telah menyalurkan bibit kopi unggulan dan alat pengolah kopi kepada kelompok tani Harapan Tani Makmur di Salem. Pada 2019 ini, bantuan serupa juga diberikan kepada kelompok tani di berbagai desa di lima kecamatan pemproduksi kopi.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved