Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Timor Station Wagon Jadi Mobil Nasional yang Diminati Banyak Orang

Membuat mobil dengan seri Timor SW516i ini menjadi limited edition pada saat ini.

TRIBUN JATENG/INES FERDIANA
Timor Station Wagon Jadi Mobil Nusantara Yang Diminati Banyak Orang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Indonesia pernah memproduksi mobil sendiri pada pertengahan tahun 1990-an silam.

PT Timor Putra Nasional milik Tommy Soeharto itu sempat jaya dengan mobil timor yang cukup legendaris.

Jumlah produksi yang rencana awalnya sebanyak 50 unit, harus berhenti produksi di angka 30 unit.

Membuat mobil dengan seri Timor SW516i ini menjadi limited edition pada saat ini.

Satu di antara 30 unit yang ada dimiliki oleh Wisnu Pamenang.

“Saat ini sudah langka banget Timor Station Wagon ini karena memang dulu produksinya yang sedikit. Sekarang malah banyak dicari, dan kebetulan beberapa waktu lalu ada yang nawarin via direct message akun Instagram oleh orang Tegal. Karena waktu itu harga masih lumayan aku ambil saja,” cerita pemilik War Garage tersebut.

Ia mengatakan saat ini model wagon sedang ‘in’ di kalangan pecinta otomotif. Karena itu harga jualnya makin meningkat.

Bahkan menjadi dua kali lipat dari sedan timor biasa. Apalagi memang seri ini menjadi langka karena jumlah yang terbatas tadi.

Pada dasarnya station wagon adalah mobil sedan yang atapnya diperpanjang hingga bagian belakang bagasi. Sehingga ruang bagasi menjadi satu dengan kabin penumpang. Tetapi bukan berarti station wagon sama dengan hatchback.

Karena hatchback hanya memiliki tiga pilar pada sisi samping, sedangkan wagonpunya empat pilar yang membuatnya terlihat lebih panjang.

Beberapa pabrikan mobil luar sering memberikan istilah tersendiri untuk seri wagon mereka, seperti Avant pada Audi, Touring pada BMW, Mini Cooper dengan Clubman, dan Fiat menyebutnya sebagai Weekend.

“Waktu aku dapet dulu juga kondisi standar, terus langsung aku benahi sana sini biar makin enak buat dilihat. Pertama sih pasti repaint full body dengan warna orange solid pakai sikkens,” tuturnya.

Kemudian ia memperhatikan bagian bawah dengan mengganti sepatunya dengan velg schmidt dengan ring 17 7,5/8 yang dibungkus ban 195/40/17.

Lalu untuk kaki-kaki ia membuat custom di Perkeong Garage. Sehingga menambah kesan lebih trendi tetapi tidak menghilangkan suasana klasiknya.

Pada interior mobil Wisnu hanya mengganti jok dengan model sofa agar lebih nyaman ketika dikendarai. Selain itu juga memberikan sentuhan hiburan berupa audio dengan double din JVC dan diperkuat dengan woofer yang membuat melodi musik menjadi lebih mantap.

“Karena langka untuk mencari beberapa sparepart bagian belakang itu jadi lebih sulit. Termasuk eksterior bagian belakang yang belum kena modif jadi masih aslinya begitu. Tapi untuk mesin gitu cukup mudah jadi bisa dipakai harian, nggak untuk kontes saja,” ujar pria asal Pati itu.(ifp)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved