Hemat Biaya, Bupati Umi Sarankan Persekat Tak Perlu Pakai Pemain dari Luar Daerah
Bupati Tegal Umi Azizah mengomentari minimnya pendanaan bagi tim sepak bola kebanggaan warga Kabupaten Tegal, Persekat
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: galih pujo asmoro
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Bupati Tegal Umi Azizah mengomentari minimnya pendanaan bagi tim sepak bola kebanggaan warga Kabupaten Tegal, Persekat.
Umi menyebut pendanaan tim sepak bola dengan mengandalkan anggaran milik Pemerintah tidak bisa besar.
Terlebih, lanjut dia, perusahaan atau pihak-pihak swasta di Kabupaten Tegal belum berani berinvestasi pada bidang olahraga seperti sepak bola.
"Di sini tidak seperti di Kudus yang ada perusahaan besarnya."
"Perusahaan yang berani berinvestasi untuk olahraga."
"Jika hanya mengandalkan dana pemerintah ya susah," ujar Umi saat ditanyai perihal Persekat oleh Tribunjateng.com, Rabu (17/7/2019).
Umi meyakinkan, membangun Persekat demi meraih prestasi di tingkat Provinsi dengan tidak mengandalkan dana sebenarnya bisa.
Asalkan, kata Umi, Persekat harus berani mengandalkan pemain-pemain potensi lokal asli Kabupaten Tegal.
"Tidak usah pakai pemain-pemain dari luar daerah."
"Percaya saja dengan potensi lokal."
"Maksimalkan turnamen-turnamen di tingkat desa."
"Itu bisa pakai Dana Desa (DD)," papar Umi.
Apabila ada pemain berbakat dari turnamen tingkat desa, Umi menyarankan diboyong dan digaet untuk masuk Persekat.
Hal itu dilakukan untuk meminimalisir penggunaan dana berlebih karena menyewa pemain-pemain profesional dari luar daerah.
"Menggunakan pemain lokal lebih berhemat."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bupati-tegal-umi-azizah-sebut-keluhan-disdukcapil-terbanyak-kedua.jpg)