Waspadai Peredaran Narkoba Murah di Kalangan Pelajar, BANN Lantik Pengurus di Kecamatan
Barisan Anti Narkoba Nasional (BANN) Kabupaten Semarang waspadai persebaran narkotika dan obat terlarang di kalangan pelajar.
Penulis: amanda rizqyana | Editor: suharno
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Barisan Anti Narkoba Nasional (BANN) Kabupaten Semarang mewaspadai persebaran narkotika dan obat terlarang maupun zat adiktif lainnya di kalangan pelajar.
Berbeda dengan narkotika umum seperti ganja, putaw, sabu-sabu, hingga heroin yang dibanderol dengan harga mahal.
Di kalangan pelajar mulai beredar obat yang murah, mulai dari penyalahgunaan obat dokter dan obat batuk cair, jamur, air rebusan pembalut, hingga penggunaan lem maupun bensin untuk mendapatkan efek fly atau terbang kehilangan kesadaran.
Hal tersebut dibenarkan oleh Muslih, Ketua Dewan Pembina Daerah (DPD) BANN Kabupaten Semarang saat peluncuran Sekolah Anti Narkoba (SAN) dan rumah rehabilitasi bagi para pecandu narkoba.
"Anak-anak muda yang menggunakan barang-barang murah untuk mendapatkan kesenangan sesaat dari zat-zat adiktif tersebut harus mendapatkan bimbingan spiritual dan rehabilitasi karena mereka juga korban," ungkap Muslih saat ditemui saat Pengukuhan Pengurus BANN Tingkat Kecamatan di Bina Lingkungan, Dusun Congol, Desa Karangjati, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang pada Rabu (17/7/2019) siang.
Keprihatinan adanya penyalahgunaan bahan-bahan bukan menjadi dorongan remaja secara individu, namun juga adanya dorongan dari lingkungan pergaulan remaja.
Remaja yang memiliki rasa ingin tahu tinggi dan upaya agar bisa diterima di lingkungan pergaulan membuatnya mengiyakan cara-cara yang tidak nalar.
Muslih menerangkan pola-pola yang ada pada kelompok-kelompok remaja tersebut awalnya mengajak untuk bersenang-senang dengan minuman yang sudah dicampur zat adiktif secara cuma-cuma, setelah remaja tersebut ketagihan, ia menjadi target pasar dari pengedar narkoba.
Potensi para pecandu untuk menjajal barang baru maupun menaikkan level mereka disadari betul oleh para pengedar narkoba yang berada dalam lingkaran pergaulan remaja, sehingga mereka akan terus mencekoki para anak muda.
Selain itu, biasanya anak-anak yang sudah menjajal dan terjerumus, mereka akan semakin terpuruk karena memiliki mental yang dicap buruk oleh lingkungan.
Biasanya mereka mulai mengubah sikap menjadi tak peduli, kasar atau tempramen, kerap berbohong, mencuri, dan melakukan hal buruk pada orang terdekat atau keluarga.
Citra sosial yang buruk ditambah pendidikan yang semakin hancur karena sudah tidak bisa berpikir jernih.
"Saat keluarga bersikap keras, anak akan semakin menjauh dari keluarga dan diterima dengan baik oleh lingkungan barunya. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh orang-orang yang berniat menjerumuskan mereka hingga tidak menutup kemungkinan," urainya.
Untuk itu, demi memotong lingkaran setan tersebut, BANN Kabupaten Semarang merintis pembangunan rumah rehabilitasi bagi para pecandu narkoba.
Nantinya para pecandu itu akan menjalani terapi dan berbagai upaya rehabilitasi untuk menghilangkan ketergantungan pada narkoba.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pengukuhan-pengurus-bann-tingkat-kecamatan-di-kabupaten-semarang.jpg)