Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Donna Ingin Populerkan D’emmerick Hotel Salatiga Sebagai Hotel Event

Sekarang dia sukses meraih posisi tertinggi sebagai General Manager D’emmerick Hotel Salatiga, jabatan yang masih jarang dipegang seorang perempuan.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/A PRIANGGORO
Suasana Kafe Cleverly Eatery di area d'Emmerick Salib Putih Hotel, Jalan Raya Salatiga-Kopeng Km 4 Kota Salatiga, Jawa Tengah. 

Donna Ingin Populerkan D’emmerick Hotel Salatiga Sebagai Hotel Event

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Berawal dari seringnya menyertai orangtua saat bepergian dan menginap atau menghadiri acara di hotel membuat Graice Primadonna (43) tertarik bekerja sebagai hotelier dari posisi awal menduduki jabatan sebagai karyawan biasa.

Sekarang dia sukses meraih posisi tertinggi sebagai General Manager D’emmerick Hotel Salatiga, jabatan yang masih jarang dipegang seorang perempuan. 

Lalu, bagaimana kisah lengkap perempuan kelahiran Salatiga 14 September 1976 ini, kepada wartawan Tribun Jateng, M Nafiul Haris berikut hasil wawancara kami di Demmerick Hotel Salatiga pada Jumat (19/7/2019).

Graice Primadonna General Manager D’emmerick Hotel Salatiga.
Graice Primadonna General Manager D’emmerick Hotel Salatiga. (Tribunjateng.com/M Nafiul Haris)

Bagaimana awal Anda memulai karir sebagai hotelier?

Jadi sekira tahun 1989 orangtua saya yang bekerja di Perhutani seringkali mendapat tugas dinas keluarkota. Terkadang saya ikut menginap dihotel setiap melihat orang perhotelan itu kerjanya kok berpakaian rapi dan terlihat enak sekali, kemudian sejak itu saya mulai terpikir suatu saat ingin bekerja menjadi karyawan hotel.

Padahal, kalau mau dicek latar belakang pendidikan saya tidak ada hubungannya dengan profesi sekarang. Saya lulusan Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga tahun 2001.

Lalu dimanakah pertama kali hotel tempat Anda bekerja?

Nah, awal saya bekerja dulu pada The Sunan Hotel Solo dahulu namanya masih Quality Hotel Solo sekira tahun 2001. Posisi jabatan dulu pada departemen front office (FO) sebagai operator telepon selama hampir tiga bulan kemudian berpindah ke sales eksekutif atau marketing sekira setahun lamanya.

Kemudian saya berpindah ke Hotel Laras Asri Salatiga dengan ruang lingkup sama yakni jabatan sales koordinator masa bekerja tidak jauh berbeda berkisar satu tahun. Selanjutnya, saya pindah ke Quality Hotel Salatiga sebelum berganti namanya sekarang menjadi Hotel Grand Wahid hampir tujuh tahun lamanya sebagai manager sales dan marketing. Hingga pada akhirnya memutuskan berpindah keluar Kota Salatiga sekira tahun 2009.

Kemana kota tujuan Anda berpindah bekerja ketika itu dan posisi apa?

Prinsipnya dari leader saya ketika itu jika kami ingin sukses berkarir pada bidang perhotelan harus memperbanyak pengalaman. Sedangkan pengalaman itu hanya dapat diraih ketika kita keluar dari zona nyaman. Dan kota tujuan saya berikutnya adalah Kota Semarang masih dihotel saat itu Hotel Quest yang masih ikut gruopnya Aston sebagai direktur of sales selama setahun.

Setelah merasa cukup mendapatkan pengetahuan saya berpindah ke Kota Magelang pada Hotel Atria dengan posisi jabatan sama durasi waktu bekerja juga tidak jauh berbeda dan kembali berpindah ke Grand Edge Semarang tidak begitu lama. Kembali berpindah ke Hotel Ibis Simpaglima setahun disana sebagai direktur of sales.

Kemudian sejak kapan Anda pulang kampung ke Kota Salatiga tepatnya tahun berapa?

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved