Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Angkat Produk Lokal, Kini Kedai Kopi Kapeo Jadi Tempat Favorit Warga Kajen

Apabila berkunjung di Kota Santri, jangan lupa mampir di kedai kopi Kapeo. Jarak kedai ini sekitar 15 Kilometer dari pendopo Kabupaten Pekalongan.

Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Suasana malam hari di kedai kopi Kapeo yang ada di Linggo asri, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (21/7/19). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya kedai kopi atau coffe shop.

Kini di Kabupaten Pekalongan, ada kedai kopi yang asik untuk dijadikan tempat nongkrong.

Apalagi kedai kopi ini terletak di kawasan perbukitan yang berada pada ketinggian 700 mdpl dengan udara sejuk.

Apabila berkunjung di Kota Santri, jangan lupa mampir di kedai kopi Kapeo.

Jarak kedai ini sekitar 15 Kilometer dari pendopo Kabupaten Pekalongan.

Tepatnya di Desa Linggoasri, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan.

Kerennya lagi, kedai kopi ini mengangkat produk kopi lokal Kabupaten Pekalongan.

Selain kopi, ada juga teh produk lokal yang disajikan di kedai ini.

Seperti yang diungkapkan salah satu pengunjung asal Tegal, Valenia Dea (23) mengatakan kedai kopi tersebut sangat asik dan dingin.

Suasana alam di hutan pinus membuat semakin syahdu.

"Saya baru pertama kali, tempatnya syahdu apalagi kedai kopi di hutan pinus masih viral," kata Dea kepada Tribunjateng.com, Minggu (21/7/2019) malam.

Tidak hanya itu, yang asik lagi kedai ini menampilkan minuman kopi dan teh menggunakan produk lokal asli Kabupaten Pekalongan.

"Tadi saya minum teh tubruk."

"Tehnya enak mas rasanya, beda dengan teh yang biasa aku minum," ujarnya.

Dea mengungkapkan ia tahu tempat di sini karena melihat sosial media baik dari Facebook dan Instagram.

Selain itu juga, tempatnya asik buat foto-foto.

"Banyak temannya yang membuat histori di WhatsApp dan Instagram dan saya penasaran dengan lokasi lokasinya akhirnya datang kesini bersama teman-temannya."

"Tidak nyesel saya jauh-jauh ke sini ternyata tempatnya bagus sekali," jelasnya.

Terpisah Pengelola Kapeo Kopi Maftikha Windiari (37) menjelaskan kedai tersebut memang spesialis kopi dan teh.

"Untuk produk kita ambil dari lokal, seperti kopi Petungkriyono, teh Paninggaran, dan masih banyak lagi," kata Windi.

Windi mengatakan setiap hari kedainya bisa menghabiskan kopi sekitar dua kilogram dan teh satu kilogram.

"Setiap hari kedai ini dikunjungi sekitar 100 orang dan yang paling ramai saat sore hingga malam hari."

"Karena, banyak pengunjung yang berswafoto di lokasi ini ketika malam hari," jelasnya.

Windi menambahkan ia memilih tempat untuk membuka kedai kopi di hutan pinus karena ketidaksengajaan.

"Waktu syawalan kemarin kami bersama Linggoasri Kopi Akustik (Lakustik) ingin mengadakan kegiatan di daerah hutan pinus."

"Kemudian, setelah mencari tempat ada tempat yang bagus untuk dijadikan kegiatan dan akhirnya cocok dengan lokasi ini," tambahnya. (Indra Dwi Purnomo)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved