Pernah Ketinggalan Barang Saat Naik Trans Semarang? Ada 509 Item Tertinggal, Begini Cara Ambillnya

Sebanyak 509 barang milik pengguna jasa BRT Trans Semarang telah tertinggal di armada maupun shelter hingga Juni 2019.

Pernah Ketinggalan Barang Saat Naik Trans Semarang? Ada 509 Item Tertinggal, Begini Cara Ambillnya
ISTIMEWA
Penumpang BRT Trans Semarang mengambil barang yang tertinggal 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Sebanyak 509 barang milik pengguna jasa BRT Trans Semarang telah tertinggal di armada maupun shelter hingga Juni 2019.

Berdasarkan data yang dimiliki Badan Layanan Umum Unit Pelaksana Teknis Daerah (BLU UPTD) Trans Semarang, sebanyak 96 barang tertinggal pada Januari, 75 barang pada Februari, 93 barang pada Maret, 72 barang pada April, 77 barang pada Mei, dan 96 barang pada Juni.

Kepala BLU UPTD Trans Semarang Ade Bhakti Ariawan menuturkan, barang yang tertinggal tersebut diantaranya

106 helm, 35 dompet, handphone, 92 tas, 71 pakaian, 60 makanan, 34 dokumen, 9 perlengkapan bayi, 28 perlengkapan rumah tangga, 4 perlengkapan wanita, 24 tas plastik, 9 asesories, 1 laptop, dan 4 kunci.

"Jumlah ini meningkat jika dibandingkan pada periode yang sama Januari – Juni 2018. Pada periode tersebut terdapat 382 barang yang tertinggal," tutur Ade, Selasa (23/7).

Ade pun terus mengimbau kepada petugas tiketing armada (PTA), pengawas armada (PA), Timer, dan petugas kebersihan jika menemukan barang yang tertinggal untuk segera menginformasikan kepada petugas control room.

Selanjutnya, petugas akan memberikan informasi penemuan barang ke seluruh koridor BRT Trans Semarang, demikian juha jika penumpang melapor barang yang tertinggal.

"Pernah terjadi penumpang naik dari shelter Rumah Sakit Kariadi transit di shelter Balai Kota hendak melanjutkan perjalanan menuju Mangkang. Penumpang tersebut mengatakan pada kru PTA jika tasnya tertinggal di Balai Kota.

Petugas segera mengabarkan kepada petugas Control Room BRT. Setelah dicek melalui CCTV shelter Balaikota, akhirnya benar tertinggal dan kami kembalikan kepada pemilik," paparnya.

Dia menegaskan, tidak ada biaya yang dikebakab bagi penumpang yang hendak mengambil barang hilang. Penumpang hanya mrnujukaan identitas diri saat pengambilan.

“Barang-barang yang dikembalikan kepada pemilik tidak dikenakan biaya. Penumpang bisa menunjukkan identitas diri yang berlaku saat pengambilan” sebutnya.

Ade menambahkan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang juga telah memiliki pokso di Jalan Pemuda. Posko tersebut difungsikan sebagai posko mobil derek dan posko pengaduan.

"Bagi pengguna BRT Trans Semarang sendiri posko tersebut dapat digunakan apabila ada aduan, keluhan maupun barang tertinggal. Setiap hari akan ada petugas dari BRT Trans Semarang yang berjaga," katanya. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: Catur waskito Edy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved