Kapal Dihantam Ombak, Nelayan Kebumen hilang di Pantai Mirit
Sarpon dan Nawawi selamat dalam insiden itu. Namun nahas bagi Kasimin, ia hanyut terbawa ombak hingga dinyatakan hilang
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG COM, KEBUMEN - Kabar duka kembali menyelimuti masyarakat nelayan di pesisir selatan Kebumen.
Kasimin (43), nelayan Desa Pasir RT 5 RW 3 Kecamatan Ayah kembali dilaporkan hilang setelah perahu yang ditumpanginya terhempas gelombang, Jumat pagi (26/7).
Bersama temannya, Sarpon dan Nawawi, warga Desa Mirit Petikusan sebelumnya sempat berencana melaut di pantai Mirit.
Namun nahas, dalam perjalanan itu, perahu yang mereka tumpangi dihantam ombak besar.
Sarpon dan Nawawi selamat dalam insiden itu. Namun nahas bagi Kasimin, ia hanyut terbawa ombak hingga dinyatakan hilang.
"Saat masuk ke laut tiba-tiba datang ombak dan perahu dihantam ombak,"kata Kepala BPBD Kebumen Eko Widianto
BPBD Kebumen berkoordinasi dengan unsur lain semisal Basarnas untuk menindaklanjuti informasi itu. Tim gabungan masih melakukan pencarian untuk menemukan keberadaan korban.
BMKG stasiun meteorologi Cilacap memberi peringatan dini gelombang tinggi di perairan selatan dan samudera Hindia selatan Jawa Tengah, termasuk Kebumen.
Tinggi gelombang 2,5 meter hingga 4 meter berpeluang terjadi di wilayah tersebut, pada tanggal 26 hingga 27 Juli 2019. Kondisi ini berisiko terhadap keselamaran pelayaran, baik perahu nelayan, kapal tongkang dan kapal ferry.
Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi pun didarap selalu waspada. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pantai-laguna-di-kabupaten-kebumen-jateng_20180512_150730.jpg)