Minggu, 31 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Cilacap

Segel Dapur MBG di Cilacap, Relawan: Konflik Internal Sudah Lama Terjadi

Dengan membawa spanduk bertuliskan "Disegel", para relawan mendatangi lokasi dapur MBG.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Rayka Diah Setianingrum
DISEGEL - Aksi penyegelan dapur MBG Gunungsimping 01 dilakukan relawan setelah muncul tuntutan pergantian manajemen dan mitra pengelola, Sabtu (30/5/2026). (TRIBUN BANYUMAS/RAYKA DIAH SETIANINGRUM) 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Suasana di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunungsimping 01, Jalan Jawa, Kelurahan Gunungsimping, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, mendadak memanas setelah puluhan relawan melakukan aksi penyegelan, Sabtu (30/5/2026).

Dengan membawa spanduk bertuliskan "Disegel", para relawan mendatangi lokasi dapur MBG dan menghentikan aktivitas sebagai bentuk protes terhadap manajemen yang selama ini mengelola operasional dapur tersebut.

Aksi itu dipicu akumulasi kekecewaan relawan terhadap pihak manajemen dan mitra pengelola yang dinilai tidak lagi mampu menciptakan hubungan kerja yang sehat di lingkungan dapur SPPG.

Baca juga: Terungkap! Dugaan Pelecehan Dilakukan Pegawai Kecamatan Adipala Cilacap: Numpak RX King

Asisten Lapangan SPPG Gunungsimping 01, Riswantoro, mengatakan konflik antara relawan dengan jajaran manajemen telah berulang kali terjadi selama program berjalan.

"Intinya ada permasalahan di dapur SPPG ini, beberapa kali terjadi konflik antara relawan dengan staf, dan relawan dengan mitra, jadi memang relawan meminta supaya manajemen diganti," ujar Riswantoro.

Ia mengungkapkan, relawan kerap menjadi pihak yang disalahkan ketika muncul persoalan dalam operasional dapur.

"Relawan ini sering dijadikan kambing hitam setiap ada permasalahan di dapur, misalnya ada kekurangan bahan makanan sampai pemorsian terlambat, yang disalahkan selalu relawan," katanya.

Selain menyoroti hubungan kerja yang dianggap tidak kondusif, relawan juga mempersoalkan dugaan pemutusan hubungan kerja secara sepihak yang dilakukan manajemen saat operasional dapur tengah dihentikan sementara.

Menurut Riswantoro, para relawan yang masih berstatus aktif justru mendapat informasi adanya proses perekrutan tenaga baru ketika mereka masih diliburkan akibat penghentian sementara kegiatan dapur.

"Kemudian berkaitan dengan status relawan sekarang masih mengambang, karena mitra itu sudah membuka lowongan kerja untuk relawan baru," ungkapnya.

Ia juga mempertanyakan langkah perekrutan tersebut karena para relawan lama hingga kini belum memperoleh kejelasan mengenai status mereka.

"Kami yang masih relawan aktif dan diliburkan saat dapur di-suspend, tapi dari pihak mitra malah membuka lowongan kerja dan melakukan perekrutan sampai interview," ucapnya.

Sementara itu, Perwakilan relawan SPPG Gunungsimping 01, Fauzan Tri Handoyo, menegaskan aksi penyegelan dilakukan sebagai bentuk tuntutan agar dilakukan pergantian manajemen secara menyeluruh.

"Kami menyampaikan harapan dari teman-teman agar manajemen yang notabene di situ ada mitra, Kepala SPPG beserta stafnya diganti baru karena kami sudah tidak berkenan mereka mengelola dapur SPPG ini," tegas Fauzan.

Ia menyebut relawan sebenarnya telah menempuh jalur mediasi untuk menyampaikan keberatan mereka sebelum memutuskan turun melakukan aksi.

Saat aksi berlangsung, Kepala SPPG Gunungsimping 01 tidak terlihat berada di lokasi dan belum memberikan tanggapan terkait tuntutan yang disampaikan para relawan. (ray)

Baca juga: 5 Bulan Ada 3 Korban Tewas Tertabrak KA: Perlintasan Liar di Jeruklegi Cilacap Ditutup

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved