Ganjar Pernah Ingatkan Bupati Kudus Sebelum Ditangkap KPK: Orang Ini Ndableg 'Angel Dikandani'
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, kembali angkat bicara terkait OTT KPK terhadap Bupati Kudus, M Tamzil, dan delapan orang lainnya, Jumat (26/7/201
Penulis: yayan isro roziki | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, kembali angkat bicara terkait operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Kudus, M Tamzil, dan delapan orang lainnya, Jumat (26/7/2019) kemarin.
Menurut Ganjar, sejak mula saat pelantikan kepala daerah terpilih pada tahun lalu, ia sudah memberikan pesan khusus kepada Tamzil.
"Kudus sudah saya ingatkan betul karena daerah ini unik.
Bupati terpilih pernah terjerat kasus korupsi, eh ini terulang lagi," kata Ganjar, di sela-sela proses ruwat cukur rambut gimbal di alun-alun Wonosobo, Sabtu (27/7/2019).
• BREAKING NEWS: Kecelakaan di Tol Cipali, Bus Sinar Jaya Tujuan Pekalongan Terguling Timpa Avanza
• BREAKING NEWS: Kecelakaan di Tol Tegal, Elf Hadroh Al Munsyidin Pekalongan Terguling Hindari Kucing
• Lucinta Luna Terancam Penjara 5 Tahun Seusai Dianggap Lecehkan Rivelino Wardhana
• Ruben Onsu Kembali Diteror, Tak Ada Satu pun Pembeli di Geprek Bensu
• Astrid Tiar Mantan Pacar Gading Bongkar Kesetiaan Anak Roy Marten
Dituturkan, bila saat ini ada kepala daerah atau pejabat publik lain yang berani korupsi, maka bisa dipastikan nyalinya memang luar biasa besar.
Menurut dia, kinerja kepala daerah diawasi oleh delapan lembaga/institusi.
Termasuk di antaranya adalah KPK.
"Sehingga kalau ada yang korupsi itu keberaniannya luar biasa, melebihi yang lain," tuturnya.
Pun demikian, pengawasan dari masyarakat sedemikian terbuka pula. Akan tetapi, faktanya Bupati Kudus kembali terjerat kasus korupsi, di mana kali ini ia terkena OTT KPK.
Sebelumnya, Tamzil juga pernah terjerat kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng, pada beberapa tahun lalu.
"Maka, saya katakan orang ini nekat dan cenderung ndableg, angel dikandani," katanya.
Ditambahkan, tak hanya terhadap Bupati Kudus, ia memberi wejangan terkait pentingnya menghindari korupsi.
"Tiap pelantikan kepala daerah selalu saya sampaikan untuk menjaga integritas.
Kerjasama dengan KPK, dorong Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN)," imbuhnya.
Perlu Perwakilan KPK di Daerah
Di samping itu, menurutnya, hanya Provinsi Jateng yang menggelar pelatihan anti-korupsi di KPK.
Inisiatif itu, menurutnya, mendapat apresiasi dari banyak pihak.
Ironisnya, beberapa kepala daerah dari Jateng justru terjaring OTT KPK.
"Namun ternyata, sikap individu, pikiran dan mindsetnya tetap begitu.
Kalau sudah dikandani angel, dilatih gak bisa, OTT menjadi obat mujarab," tutur politisi PDIP ini.
Ia pun kembali mengungkapkan penting adanya perwakilan KPK di daerah.
Minimal di tingkat provinsi.
Sebagai upaya untuk proses-proses pencegahan terjadinya korupsi.
"Jateng siap fasilitasi.
Minimal ini untuk proses pencegahan dan supervisi pencegahan korupsi di pemerintahan," tegasnya.
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE:
Perihal jual-beli jabatan, yang menjerat Bupati Kudus dan juga beberapa lainnya dalam OTT KPK, Ganjar pun geram.
"Pagi ini saya melantik ratusan pejabat, fine-fine saja.
Kalau dengar ada jual-beli jabatan, langsung tak sikat.
Ya gimana ya, mau prihatin kok bahasanya kaku, mau ngampleng gak bisa," keluhnya.
KPK menangkap Bupati Kudus M Tamzil dalam OTT, Jumat (26/7/2019).
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan membenarkan tim KPK melakukan rangkaian kegiatan penindakan di Kabupaten Kudus.
"Sebelumnya kami menerima Informasi dari masyarakat bahwa akan terjadi transaksi.
Setelah dilakukan pengecekan di lapangan terhadap bukti-bukti awal sehingga KPK segera melakukan tindakan cepat," kata Basaria.
Menurut Basaria, 9 orang diamankan dalam OTT kali ini, termasuk Tamzil.
Kemudian, ada unsur lain, yaitu staf dan ajudan Tamzil serta calon kepala dinas setempat.
"Dugaan pemberian suap ini terkait dengan pengisian jabatan di Kabupaten Kudus.
Ada uang yang sudah diamankan oleh tim KPK yang masih dihitung.
Kami menduga terjadi sejumlah pemberian terkait pengisian jabatan ini," kata dia.
Di Semarang, diketahui Tamzil datang di Mapolda Jateng pada Jumat siang sekitar pukul 14.00 dikawal petugas KPK.
"Memang benar di dalam sedang dilakukan pemeriksaan.
Polda Jawa Tengah sifatnya hanya meminjamkan tempat kepada teman-teman KPK," sebut Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Triatmaja, kepada Tribunjateng.com.
Kombes Agus tidak membeberkan jumlah orang yang menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK di Mapolda Jateng.
"Kami belum tahu jumlahnya berapa tapi intinya sekarang sedang berlangsung (pemeriksaan)," katanya.
Ia belum memastikan pemeriksaan akan selesai pukul berapa.
Kepolisian hanya menyiapkan tempat untuk proses pemeriksaan.
Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah KPK melakukan penyegelan ruang Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus dan Staf Khusus Bupati Kudus.
Penyegelan diduga dilakukan menjelang salat Jumat. (yan)
• Sopir Truk yang Tabrak Puskesmas Mojosongo Boyolali Ngaku Sebelumnya Nyabu di Tanjung Emas Semarang
• Prabowo Ditinggal PA 212, Jawaban Ketua DPP Gerindra Bikin Aiman Tertawa Terbahak-bahak
• 11 Anak akan Ikuti Ruwat Pemotongan Rambut Gimbal di Dieng Culture Festival
• Cari Hp Oppo? Yuk, Cek Daftar Harga Terbaru dan Speknya, dari Seri A1k, hingga Oppo Reno 10x Zoom
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/gubernur-jawa-tengah-ganjar-pranowo-di-sela-proses-ruwat-cukur-rambut-gimbal.jpg)