Minim Saksi Tak Ada CCTV, Polisi Kesulitan Cari Pikap Penyebab Kecelakaan Maut di Flyover Palur
Polres Karanganyar kesulitan mencari pengendara pikap yang menyebabkan kecelakaan maut di Jalan Raya Palur KM 5, Karanganyar, pada Selasa (23/7/2019)
Penulis: Agus Iswadi | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karanganyar kesulitan mencari pengendara pikap yang menyebabkan kecelakaan maut di Jalan Raya Palur KM 5, dekat Flyover Palur, pada Selasa (23/7/2019) lalu.
Dalam kecelakaan tersebut, pengendara sepeda motor Vario hitam AD4394ATE, Via Aristiana Rinanda (23) meninggal dunia seketika.
Warga Sragen itu tertabrak bus Hino seusai bersenggolan dengan mobil yang diduga berjenis pikap.
Hingga kini, mobil dan pengendaranya masih dalam pencarian kepolisian.
• BREAKING NEWS: Kecelakaan di Tol Tegal, Elf Hadroh Al Munsyidin Pekalongan Terguling Hindari Kucing
• Ganjar Pernah Ingatkan Bupati Kudus Sebelum Ditangkap KPK: Orang Ini Ndableg Angel Dikandani
• Sopir Truk yang Tabrak Puskesmas Mojosongo Boyolali Ngaku Sebelumnya Nyabu di Tanjung Emas Semarang
• Ngaku Dapat Bisikan Gaib, Ibu dan Anak Buat Tenda di Tengah Hutan Bojong Pekalongan
Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Faris Budiman, menegaskan aparat terus berusaha mencari kejelasan mobil tersebut.
"Kami masih mendalami dan mencari keterangan saksi.
Kami juga sudah mencari keberadaan CCTV di lokasi kejadian.
Di dekat TKP kan ada toko dan kantor tapi mereka tidak pasang," katanya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (27/7/2019).
Minimnya keterangan saksi dan tidak ada CCTV di sekitar lokasi menjadi kendala polisi dalam mencari mobil tersebut.
"Dari keterangan saksi, hanya mengatakan mobil itu pikap.
Tapi saksi tidak tahu nomor pelatnya," terang dia.
Ia menyampaikan, bus Hino yang juga terlibat dalam kecelakaan saat ini masih disita.
"Sebenarnya sopir bus tidak salah karena melintas sesuai aturan," ungkapnya.
Adapun Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dishub PKP) Karanganyar, Joko Sutrisno, menyampaikan instansinya hanya memasang 4 kamera CCTV.
"Masing-masing di perempatan Colomadu, perempatan Papahan, simpang lima Bejen, dan perempatan Gerdu Karangpandan. CCTV itu untuk pantauan arus lalu lintas dan menggunakan sistem Area Traffic Control System (ACTS)," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kecelakaan-di-flyover-palur-2.jpg)