Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PSM Makassar vs Persija Ditunda - Suporter PSM Dipanah Orang Tak Dikenal, Tertancap di Bagian Dada

Seorang suporter PSM Makassar dipanah orang tak dikenal ketika hendak meninggalkan Stadion Andi Mattalatta, Mattoangin, Makassar,

Editor: galih permadi
(KOMPAS.com/FIRZIE A. IDRIS)
Suporter PSM Makassar kecewa usai laga final leg kedua Piala Indonesia 2019 ditunda. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Seorang suporter PSM Makassar dipanah orang tak dikenal ketika hendak meninggalkan Stadion Andi Mattalatta, Mattoangin, Makassar, Minggu (28/7/2019) sore.

Insiden terjadi setelah laga PSM Makassar vs Persija Jakarta dalam leg kedua final Piala Indonesia 2019 ditunda.

Sang suporter yang merupakan anggota The Macz Man Zona Alauddin itu diketahui bernama Safri Nurdin (19).

Safri merupakan suporter yang berasal dari Tangalla, Desa Kanjilo, Kecamatan Barombong, Gowa.

Akibat dada tertancap anak busur panah, Safri harus menjalani perawatan di ruang IGD RS Labuang Baji Makassar.

Saat dikonfirmasi Tribun Timur, Safri mengaku tiba-tiba diserang tiga orang yang mengendarai sebuah motor.

"Tidak tahu tiba-tiba diserang pas di luar (dekat Jalan Padjonga Dg Ngalle)," ujar Safri yang dikutip dari Tribun Timur.

Sementara rekannya, Wahyu Sulfitra (17), mengungkapkan bahwa penyerangan itu terjadi saat dia dan sejumlah iring-iringan supporter The Mazc Man Zona Alauddin hendak meninggalkan stadion.

"Kan pertandingan ditunda, jadi kami keluar koreo bernyanyi-nyanyi," ujar Wahyu.

"Tiba-tiba ada 3 orang berboncengan kasih keluar badik mau menikam Safri, tetapi menghindar, jadi itu temannya satu yang lepas busur terus kena dadanya Safri," tuturnya.

Hingga kini, anak panah yang terbuat dari paku dan serabut tali rapia itu masih menancap di dada Safri.

Safri kini sedang didampingi sejumlah rekannya yang menunggu di depan IGD RS Labuang Baji.

Hingga saat ini, belum diketahui pelaku pemanahan terhadap Safri.

Namun, Wahyu meyakini pelaku bukanlah oknum suporter lantaran tidak mengenakan atribut klub.

"Mereka tidak pakai baju PSM, dan pasti terekam CCTV karena saya lihat ada CCTV di sekitar lokasi," ucap Wahyu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved