Gubernur Ganjar Pranowo Tunjuk Hartopo Sebagai Plt Bupati Kudus
Wakil Bupati Kudus Hartopo telah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus menyusul adanya tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Wakil Bupati Kudus Hartopo telah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus menyusul adanya tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bupati Kudus Muhammad Tamzil.
Pengangkatan Hartopo ini dikatakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam rapat terkait keberlangsungan penyelenggaraan Pemerintah Kabupaten Kudus di Command Center, Minggu (28/7/2019) malam.
Dalam rapat itu dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono, Hartopo, dan Sekda Kudus Sam’ani Intakoris dans sejumlah pejabat lainnya.
“Segera bangkit. Pelayanan tidak boleh berhenti, besok pagi beliau (Hartopo) akan jadi Plt, surat malam ini sudah saya tandatangani. Saya minta besok harus terjadi perubahan besar di seluruh lini. Istilah saya harus ada Kudus Baru. Semua sistem menjadi transparan. Jadikan momentum untuk pembelajaran semuanya,” kata Ganjar.
Ganjar juga telah koordinasi dengan KPK terkait pemulihan pemerintaha di Kabupaten Kudus. Koordinasi terkait pengawasan serta pencegahan sistem yang dinilai bisa menjadi celah atas perilaku korup.
“Sudah minta surat ke KPK untuk ada Korsupgah (koordinasi dan supervisi pencegahan), naruh orang KPK disini untuk kita rombak seluruh sistem yang menjadi bolongan-bolongan untuk orang bisa melakukan penyalahgunaan kewenangan," katanya.
Menanggapi hal itu, Hartopo bekata, apa yang dilakukan oleh gubernur bagian dari menyelamatkan jalannya roda pemerintahan.
“Saya juga tidak tahu kalau Pak Gubernur kesini membawa misi untuk menjadikan saya Plt. Sudah ada suratnya, surat dari pak gubernur karena beliau menginginkan ini segera jalan. Karena takutnya (pemerintahan) tidak jalan untuk melayani masyarakat dengan normal,” kata Hartopo.
Sementara dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK karena terkait dugaan ‘jual-beli’ jabatan, Hartopo berjanji akan mengevaluasinya. Panitia seleksi pengisian jabatan akan dilibatkan. Pengecekan ulang juga dilakukan pada proses penilaian dan interview sehingga hasil benar-benar objektif.
"Disuruh mengevaluasi lagi, mungkin besok pansel untuk pengisian perangkat kita undang. Untuk empat jabatan yang dilelang juga perlu kita evaluasi. Assessment yang sudah ada mungkin untuk acuan, kita akan cek interview lagi dan secara teknis. Kita akan Objektif,” kata Hatopo. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tanggapan-hartopo-soal-kpk-di-kudus.jpg)