Kisah Tobat Mantan Bandar Narkoba Kini Jadi Bupati

Keberhasilan orang menjalani masa-masa gelap akan menjadikannya hidup lebih tangguh. Bahkan pria ini pernah mati suri lalu hidup lagi

Kisah Tobat Mantan Bandar Narkoba Kini Jadi Bupati
ISTIMEWA
Cuplikan video yang beredar di media sosial saat Bupati Banjarnegara memberi minum kepada orang gangguan jiwa belum lama ini. 

TRIBUNJATENG.COM -- Keberhasilan orang menjalani masa-masa gelap akan menjadikannya hidup lebih tangguh. Bahkan pria ini pernah mati suri lalu hidup lagi dan kini menjadi seorang Bupati.

Bertemu dan berdekatan dengan orang gangguan jiwa bikin hati berdebar. Khawatir siapa tahu dia tiba-tiba mengamuk dan melakukan perbuatan di luar dugaan. Maka tak sedikit orang gila tampak "dibiarkan" bebas di jalan atau di pasar, bahkan tak berpakaian.

Tapi ada kalanya orang berempati dan menemui orang gangguan jiwa, kemudian memberikan pakaian kepadanya. Sebut saja Budhi Sarwono, yang tak canggung bertemu dengan orang gangguan jiwa. Penampilan orang yang ditemui Budhi itu tampak kumuh semrawut, dan tak berpakaian.

Budhi Sarwono yang tak lain adalah Bupati Banjarnegara ini berhenti dari mobil dan mendekati pria tersebut di pinggir jalan di Desa Majalengka, Kecamatan Bawang Banjarnegara. Orang gangguan jiwa itu tak berpakaian.

Budhi alias Wing Chin tampak mengajak ngobrol pria tersebut. Kemudian memakaikan baju dan celana kepada orang "gila" itu. Lalu Budhi coba menyuapi pria itu pakai minuman kemasan. Sayang orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) itu enggan membuka mulut. Ia juga sempat menuntunnya mengucap hamdalah setelah auratnya tak lagi terumbar.

Ia lantas memerintahkan Satpol PP Banjarnegara untuk menjemput pria tersebut, lalu mengantarnya ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Magelang. Di rumah sakit itu, ODGJ itu akan mendapatkan perawatan lebih baik untuk kesembuhan jiwanya. Sekitar 20 hari kemudian, kondisi kejiwaan pria itu jauh lebih baik. Setelah kondisinya membaik, pria itu dipindah ke panti sosial di Kabupaten Pemalang.

"Saya dikabari kalau orang itu sudah normal, tapi masih perlu dibina. Laporannya sekarang ada di panti Pemalang," kata Budhi kepada Tribun Jateng. Selain orang tersebut, Budhi juga sudah menolong seorang perempuan yang dipasung keluarganya. Ada juga seorang pemuda yang dikurung di Kaliajir kemudian dibebaskan oleh Budhi untuk kemudian dirawat di RSJ.

Menelusuri latarbelakang sosok Budhi Sarwono, terungkap, dia juga mantan Ketua Asosiasi Kabupaten PSSI Banjarnegara. Dulu saat Pilkada Banjarnegara, Budhi diusung oleh PPP, Partai Demokrat dan Partai Golkar. Paslon Budhi Sarwono dan Syamsudin ini meraih suara 54,69 persen saat Pilkada serentak 2017.

Saat lahir 27 November 1962, Budhi bernama Kho Wing Chin/Wing Tjien warga keturunan Tionghoa. Dari perniakahannya bersama Ny. Marwi, Budhi punya dua putri yaitu Lasmi Indaryani, SE dan Dr. Amalia Desiana. Lasmi Indaryani adalah mantan Manajer Timnas U-16 Garuda Putri dan Manajer Persibara Banjarnegara. Dalam Pemilu 2019, Lasmi lolos terpilih jadi anggota DPR RI.

Budhi Sarwono/Wing Tjien menjadi mualaf tahun 1998. Budhi Ketua Umum Asosiasi Aspal Beton Indonesia Jateng, sekaligus pemilik PT Bumirejo Banjarnegara yang bergerak dalam bidang konstruksi. Sebelum menjadi Bupati, Budhi Sarwono merupakan Dewan Penasehat Gapensi Banjarnegara dan Ketua DPP PITI Indonesia.

Dulu Budhi adalah pemakai sekaligus bandar narkoba kelas kakap di Purwokerto. Ia selalu bisa lolos dari jeratan hukum. Suatu saat dia mengalami over dosis (OD) dan kemudian mati suri selama 6 jam.

"Kalau ditahan polisi suatu saat bisa kembali pulang, tapi ketika yang menahan malaikat, saya bisa apa. Saya bersyukur mendapat kesempatan kedua," kata Budhi dalam bukunya.

Peristiwa mati suri tersebut menjadi titik balik kehidupan Budhi sebagai mualaf sejak 1998. Sejak jadi mualaf Budhi suka mengurus anak-anak kurang mampu.

Dua anak kandungnya telah besar dan sudah berkeluarga. Kini Budhi mengasuh dan mengadopsi puluhan anak kurang mampu di Banjarnegara.

Buku Budhi berjudul "Saya Mau Jadi Muslim, Enak Jadi Kulinya Allah, Upahnya Gede". Dia ingin menasihati bandar atau pelaku penyalahgunaaan narkoba, bahwa siapapun punya kesempatan tobat dan memperbaiki diri. Tuhan Maha Pengampun dan Maha Luas Ampunannya. (khoirul muzaki/berbagai sumber)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved