Sapras Pendukung Kerja Petugas Damkar di Kabupaten Tegal Masih Minim, Pos Saja Juga Masih Numpang

Pos Damkar itu berada di Desa Kemantran Kecamatan Kramat, Kantor BPBD Kabupaten Tegal, Desa Ujungrusi Kecamatan Adiwerna, dan Bojong Kecamatan Bojong.

Sapras Pendukung Kerja Petugas Damkar di Kabupaten Tegal Masih Minim, Pos Saja Juga Masih Numpang
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Petugas Damkar Satpol PP Kabupaten Tegal bertugas memadamkan kebakaran di sebuah bagasi bus di Pantura, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah dinilai masih minim.

Padahal, bencana kebakaran di Kabupaten Tegal rentan terjadi, apalagi di musim kemarau saat ini.

Selama Juli 2019 saja, jumlah kebakaran yang menimpa rumah maupun lahan sudah 18 kali terjadi.

Sejauh ini, Unit Damkar yang berada di bawah naungan Satpol PP Kabupaten Tegal itu hanya memiliki empat (4) pos.

Pos Damkar itu berada di Desa Kemantran Kecamatan Kramat, Kantor BPBD Kabupaten Tegal, Desa Ujungrusi Kecamatan Adiwerna, dan Bojong Kecamatan Bojong.

Kabid Damkar dan Linmas Satpol PP Kabupaten Tegal, Kusnadi menuturkan, beberapa pos di antaranya masih menumpang di lahan instansi lain.

"Numpang di Kantor BPBD, Kantor Eks PU Pengairan (Ujungrusi), dan Polsek Bojong (Bojong). Setidaknya butuh tiga pos Damkar lagi di wilayah perbatasan," kata Kusnadi kepada Tribunjateng.com, Senin (29/7/2019).

Dia menuturkan, penambahan Pos Damkar baru semestinya bisa dibangun di Kecamatan Jatinegara, Suradadi, dan Margasari.

Tiga kecamatan itu, menurut Kusnadi, berada di masing-masing wilayah perbatasan Kabupaten Tegal.

"Agar penanganan bencana kebakaran di wilayah Kabupaten Tegal semakin cepat teratasi. Selama ini, jangkauan kami sangat luas namun hanya dibackup empat pangkalan Pos Damkar. Tandon air milik kami pun minim, hanya dua (2) unit . Semoga bisa terealisasi tahun depan," terangnya.

Selain Pos Damkar, Kusnadi pun mengeluhkan juga minimnya standar sarana kelengkapan keselamatan petugas Damkar sendiri.

Sebelumnya, pihaknya juga sempat mengajukan 15 setel baju pengaman petugas Damkar yang baru.

"Namun, di tahun ini hanya direalisasi Pemda sebanyak lima (5) setel baju pengaman. Padahal, kami total punya 43 personel Damkar yang terdiri dari 5 orang PNS dan sisanya 38 orang berstatus Tenaga Harian Lepas (THL)," pungkasnya. (Akhtur Gumilang)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved