Angka Pengangguran di Kota Pekalongan Meningkat, Saat Ini Capai 6 Persen Lebih
Pada 2018 lalu, angka pengangguran mencapai 5,05 persen dan tahun ini meningkat menjadi 6,13 persen dari jumlah total penduduk.
Penulis: budi susanto | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Jumlah pengangguran di Kota Pekalongan meningkat.
Menurut Pemkot Pekalongan, hal tersebut disebabkan beberapa faktor.
Bencana banjir rob serta terbakarnya Pasar Banjarsari turut andil meningkatnya angka pengangguran.
Data terakhir dari BPS Kota Pekalongan, jumlah penduduk di Kota Batik mencapai 301.870 jiwa.
Pada 2018 lalu, angka pengangguran mencapai 5,05 persen dan tahun ini meningkat menjadi 6,13 persen dari jumlah total penduduk.
Wali Kota Pekalongan, Saelany Mahfudz membenarkan adanya peningkatan angka pengangguran tersebut.
“Kenaikan jumlah pengangguran itu tidak enak. Maka dari itu, Pemkot berusaha menekan angka pengangguran yang kini 6,13 persen dengan berbagai cara,” paparnya, saat ditemui Tribunjateng.com dalam job fair di Hotel Sahid Mandarin, Rabu (31/7/2019).
Dilanjutkannya, Kota Pekalongan mengalami kenaikan jumlah pengangguran karena bencana serta terbakarnya pasar.
“Banyak permasalahan yang menjadikan angka pengangguran meningkat. Maka dari itu kami gelar job fair selama dua hari untuk menyerap tenaga kerja,” jelasnya.
Selain menggelar job fair, Saelany menambahkan, Pemkot juga membuka pelatihan gratis di Balai Latihan Kerja (BLK).
“Kami buka 1.000 angkatan pelatihan di BLK secara cuma-cuma. Semua kami lakukan untuk mengurangi angka pengangguran di Kota Pekalongan,” tambahnya. (Budi Susanto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pengangguran-kota-pekalongan.jpg)