Dampak Gempa Banten, Pegawai KPK Pun Berhamburan Keluar
Gempa bumi bermagnitudo 7,4 skala Richter yang mengguncang Provinsi Banten, Jumat (2/8) malam terasa di sejumlah wilayah
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Gempa bumi bermagnitudo 7,4 skala Richter yang mengguncang Provinsi Banten, Jumat (2/8) malam terasa di sejumlah wilayah termasuk Jakarta. Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta satu di antaranya.
Pada pukul 19.15 WIB, para pegawai KPK berhamburan dari gedung. Di antara kerumunan pegawai KPK yang berhamburan, nampak Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif. Laode dan pegawai KPK lainnya berlari menuju halaman Gedung Merah Putih.
Laode bercerita saat terjadi gempa ia sedang berada di lantai 15 dan sedang menulis surat referensi untuk pegawai KPK yang sedang mengajukan beasiswa S3. Laode, yang mendaftar calon pimpinan KPK periode 2019-2023, merasa heran karena kursi yang sedang ia duduki bergoyang.
"Agak lama (durasi gempa), agak lebih lah karena saya pikir kursi saya kan bisa berputar-putar. Saya pikir ini mungkin bagian dari orang lompat-lompat atau apa. Ternyata saya tanya gempa. Katanya, 'Ya Pak, gempa.' Ya sudah saya ajak mereka turun," ucap Laode di halaman depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (2/8) malam.
Saat terjadi gempa Laode tidak merasa panik. Dia justru langsung mengajak beberapa staf yang berada satu ruangan dengannya untuk segera turun. "Saya ajak turun lewat tangga darurat. Sekaligus saya minta petugas untuk bunyikan alarm. Alarm tadi dibunyikan," tuturnya.
Laode menyebut ketika gempa terjadi masih terdapat ratusan pegawai KPK yang belum pulang. Dia bakal berkoordinasi dengan petugas keamanan terlebih dahulu soal pegawai akan dipulangkan atau tidak.
"Kalau sudah aman, nanti saya arahkan pulang saja dulu, tapi kalau saya masih mau menulis surat referensi tadi," ujar Laode.
Laode mengatakan, tidak ada korban dari kejadian gempa ini. "Tidak ada. Alhmadulillah80 persen pegawai KPK sudah pulang jadi di tangga tidak terlalu penuh," katanya.
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang tidak sadar ketika gempa bumi terjadi.
"Sebelum plakat jatuh saya nggak ini (sadar), tapi begitu jatuh, baru sadar gempa. Ini peringatan, ini peringatan," ucap Saut di lobi Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (2/8) malam.
Sembari menggendong tas, wajah Saut menampakkan raut kelelahan. Napasnya tersengal-sengal. "Lari lewat tangga belakang tadi," tutur Saut lalu tersenyum, berusaha menghilangkan rasa lelahnya.
Kata mantan staf ahli Badan Intelijen Negara (BIN) itu saat terjadi gempa hanya terdapat dua pimpinan di dalam Gedung Merah Putih, dia bersama Laode Muhammad Syarif. Saut menambahkan ketika gempa terjadi biasanya alarm di ruangannya menyala, tapi kali ini tidak. Berbeda dari ruangan milik Laode yang alarmnya menyala.
"Di tempat Pak Laode ada. Biasanya pintu itu dibuka, itu alarm langsung hidup. Tapi tadi tempat saya tidak. Tidak tahu atau saya sudah ketakutan," kata Saut menutup ceritanya soal gempa.
Istana Presiden Goyang
Gempa dengan magnitudo 7.4 SR mengguncang wilayah Banten, Jumat (2/8) malam. Efek gempa ini terasa hingga ke kompleks Istana kepresidenan Jakarta. Meski begitu, pagelaran wayang kulit di halaman Istana tetap berlangsung. Pantauan Tribun saat gempa, warga yang sudah hadir di halaman istana sempat panik. Terlebih lampu-lampu gantung di istana bergoyang. Warga pun saling bertanya soal gempa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/keramain-warga-di-jalan-raya-kabupaten-cilacap-pasca-terjadinya-gempa-pada-jumat-282019.jpg)