Kalah Beruntun di Kandang, Pelatih PSIS Semarang: Ini Tidak Baik untuk Mental Tim

Kekalahan PSIS Semarang melawan Tira Persikabo dengan skor 0-2 di stadion Moch Soebroto, Jumat lalu menjadi kekalahan ke dua secara beruntun di kandan

Kalah Beruntun di Kandang, Pelatih PSIS Semarang: Ini Tidak Baik untuk Mental Tim
Tribunjateng.com/Franciskus Ariel Setiaputra
Line Up PSIS Semarang vs Persib Bandung 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kekalahan PSIS Semarang melawan Tira Persikabo dengan skor 0-2 di stadion Moch Soebroto, Jumat lalu menjadi kekalahan ke dua secara beruntun di kandang.

Sebelum bersua tim asal Bogor itu, Hari Nur dkk juga takluk di depan publik saat melawan Persib Bandung dengan skor 0-1. Tak pelak rentetan hasil buruk itu membuat pelatih PSIS Jafri Sastra harus memutar otak.

"Jelas dua kali kekalahan yang didapat beruntun di dua laga kandang itu tidak baik. Tapi saya akan bertanggungjawab untuk memperbaikinya," terang Jafri saat dihubungi Sabtu (3/8/2019).

Tantangannya untuk bisa memutus rentetan hasil buruk itu dengan kemenangan tidak akan berjalan mudah. Pasalnya, Selasa (6/8) nanti mereka harus menjamu Persipura di hadapan publik Moch Soebroto.

Secara statistik di klasemen saat ini tim asal Jayapura itu memang berada di bawah PSIS. Namun perlu diingat semenjak mereka kembali ditangani Jacksen F Thiago performanya mulai merangsek naik.

Meski di laga terakhir mereka pelatih yang sempat membawa Persipura juara Liga Indonesia itu tidak mampu membawa timnya meraih kemenangan saat menjamu Persebaya, hal itu tentu tidak bisa jadi patokan.

Jafri Sastra tentu harus waspada, jika hasil kurang memuaskan kembali terjadi tentu gejolak suporter untuk memintanya mundur akan menyeruak. Ia pun melihat sebenarnya tidak ada yang salah dengan timnya.

"Tidak ada kendala dengan pemain, mereka selalu menampilkan performa terbaik. Cara membangun serangan juga bagus hanya satu memang kita hanya bisa menciptakan peluang tanpa gol," keluhnya.

Insting mencetak gol timnya menurutnya adalag PR yang harus diselesaikan. Bahkan di dua laga terakhir tim berlambang Tugu Muda itu tidak mencetak gol.

Perolehan gol musim ini juga lebih sedikit dari musim lalu.

"Saya ingin tim ini bisa mencetak gol di menit awal. Sehingga saat menguasai pertandingan dalam keadaan memimpin itu akan semakin bagus buat mental pemain," bebernya.

Yang terjadi dalam dua laga terakhir adalah PSIS menguasai pertandingan, memimpin penguasaan bola, banyak menciptakan peluang, namun gagal mencetak gol.

Kondisi itu dilihatnya tidak baik untuk mental pemain. Jika terus terjadi pemain akan frustrasi dan melemahkan koordinasi antar lini.

Penulis: rival al-manaf
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved