Ini Tanggapan Wali Kota Semarang Terkait Polemik Pendirian Gereja Baptis Indonesia

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi turut angkat bicara terkait penolakan warga terhadap pendirian Gereja Baptis Indonesia (GBI) di TlogosaRI

Ini Tanggapan Wali Kota Semarang Terkait Polemik Pendirian Gereja Baptis Indonesia
TRIBUN JATENG/JAMAL A NASHR
Lokasi yang akan dibangun Gereja Baptis Indonesia di Jalan Malangsari 83 RT 6 RW 7 Kelurahan Tlogosari Kulon Kecamatan Pedurungan Kota Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi turut angkat bicara terkait penolakan warga terhadap pendirian Gereja Baptis Indonesia (GBI) di Kelurahan Tlogosari, Kecamatan Pedurungan.

Hendi, sapaan akrabnya, mengatakan telah menerima laporan tersebut.

Berdasarkan aduan warga, penolakan pembangunan gereja dikarenakan warga merasa tertipu dalam proses Izin Mendirikan Bangunan (IMB) GBI Tlogosari pada 1998 lalu

"Kata warga waktu itu mereka dikasih Rp 25 ribu tanda syukuran, disuruh tanda tangan. Ternyata berubah menjadi izin persetujuan pembangunan gereja," ujar Hendi, Senin (5/8/2019).

Hendi meminta, jika warga tidak berkenan adanya pembangunan tersebut, sementara aktivitas pembangunan gereja diberhentikan dahulu sembari mengajukan tuntutan secara hukum agar kedua belah pihak bisa menemukan kesepakatan bersama.

Dia pun menegaskan, pihaknya tidak membatasi masyarakat untuk menjalankan ibadah.

Kebebasan agama di Kota Semarang pun sangat dijunjung tinggi. Hanya saja, hal yang perlu dipertegas yakni pengajuan IMB harus sesuai prosedur.

"Yang perlu ditegaskan, kami tarik ke belakang. Kalau IMB tidak sesuai prosedur harus diluruskan, kalau sudah sesuai dengan prosedur, saya minta warga menaati hasil atas keluarnya izin tersebut," katanya. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved