Masyarakat Kota Pekalongan Diintai Penyakit Kronis dari Limbah Batik

Hal tersebut dikarenakan timbal atau logam berat dari limbah batik, yang mencemari lingkungan

Masyarakat Kota Pekalongan Diintai Penyakit Kronis dari Limbah Batik
Tribunjateng.com/Budi Susanto
Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, mengambil contoh air yang tercemar pewarna batik di Jalan Perintis Kemerdekaan, beberpa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Masyarakat Kota Pekalongan diintai berbagai penyakit kronis yang mengancam jiwa.

Hal tersebut dikarenakan timbal atau logam berat dari limbah batik, yang mencemari lingkungan.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto, beberapa logam berat terkadung dalam limbah batik.

“Pewarna sintetis yang digunakan dalam proses pewarnaan batik terkandung bermacam-macam logam berat, seperti kromium (Cr), kadmium (Cd) serta logam berat lainnya,” jelasnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (6/8/2019).

Logam berat tersebut dilanjutkan Slamet, mengancam kesehatan manusia yang tinggal di lokasi tercemar limbah seperti Kota Pekalongan.

“Walaupun belum ada laporan kasus kesehatan kronis akibat limbah batik, namun pencemaran tetap mengancam kesehatan. Bahkan bisa menimbulkan berbagai penyakit kronis jika logam berat terserap tubuh dalam jangka panjang,” ujarnya.

Penyakit kangker, saluran pencernaan, gangguan syarat serta penurunan kecerdasan, dikatakan Slamet berpotensi menyerang masyarakat.

“Logam berat bisa masuk melalui saluran pernafasan, ataupun pencernaan saat masyarakat mengkonsumsi makanan yang tercemar. Misalnya ikan dari sungai yang tercemar limbah batik, selain itu tumbuhan yang hidup di sekitar lokasi yang sudah tercemar. Timbal tersebut tidak bisa dibuang dan akan mengendap di tubuh manusia,” paparnya.

Untuk itu, Slamet mengimbau agar masyarakat lebih hati-hari saat mengkonsumsi makanan ataupun air minum.

“Air tanah di Kota Pekalongan kemungkinan ikut tercemar, dan mengandung logam berat. Kami mengimbau masyarak lebih waspada untuk menghindari penyakit kronis yang bisa mengancam jiwa,” tambahnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved