Anak dan Menantu Mbah Moen Terbang ke Makkah, Totalnya Ada Lima Orang
Kedatangan mereka ke Makkah juga untuk menyusul istri Mbah Moen, Nyai Heni Maryam yang ikut mendampingi mendiang Mbah Moen.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
"Tadi keluarga sudah musyawarah.
Sebenarnya tadi maunya langsung ke sana hari ini.
Ternyata visa nggak memungkinkan.
Sehingga insyaallah besok baru berangkat.
Yang diminta berangkat saya dan kakak saya Gus Majid," ujarnya di tengah aktivitas menerima pelayat yang baru saja menunaikan sholat ghaib.
Gus Yasin dan kakaknya perlu berangkat ke Mekkah untuk mendampingi ibunda mereka menunaikan ibadah haji.
"Ibu kami yang mendampingi Bapak di Mekkah butuh support untuk menjalankan ibadah haji dan seterusnya.
Ibu perlu ditemani putra-putranya karena di sana sendirian," paparnya.
Pada Selasa petang hingga malam, ribuan orang memadati kompleks Pondok Pesantren Al-Anwa.
Mereka para pelayat yang hendak menunaikan sholat ghaib untuk almarhum Mbah Moen.
Sholat ghaib dilaksanakan di mushola pondok.
Adapun masyarakat dan para santri berdiri berhimpitan hingga ke gang-gang kampung.
Mereka mengantre, menunggu giliran untuk menunaikan sholat ghaib.
Karena banyaknya antrean pelayat dan keterbatasan tempat, sholat ghaib dilaksanakan bergelombang-gelombang.
Dimulai sejak usai salat magrib berjamaah.