Cerita Santri Mbah Maimun di Demak, Singgung Soal Masjid Agung Demak
Seluruh musala dan masjid di Desa Krangmlati Kecamatan Demak Kabupaten Demak melaksanakan salat ghoib atas wafatnya KH Maimun Zubair.
Penulis: Moch Saifudin | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Seluruh musala dan masjid di Desa Karangmlati Kecamatan Demak Kabupaten Demak melaksanakan salat ghoib atas wafatnya KH Maimun Zubair.
Hal tersebut merupakan arahan dari Kepala Desa Karangmlati, Agus Mulyono.
Ia mengatakan ada 20 musala dan 3 masjid di Desa Karangmlati.
Ia memperkirakan ratusan warga yang melaksanakan salat ghoib dan tahlilan untuk Maimun Zubair.
• Dikontak Sejumlah Pihak Minta Jenazah Dipulangkan, Ini Alasan Keluarga Makamkan Mbah Moen di Mekkah
• Viral Kabar Mbah Moen Ingin Meninggal pada Hari Selasa, Begini Penjelasan Gus Yasin dan Gus Kamil
• Ruben Onsu Resmi Angkat Betrand Peto Jadi Anaknya, Siapa Dia?
• Mantan Preman Melamar Jadi Anggota TNI, Datang dengan Kaos Singlet dan Rambut Gondrong, Hasilnya?
Selanjutnya, ia menjelaskan tahlilan tiga hingga tujuh hari ke depan akan terus ada jamiyah yang terus membacakan tahlil dan doa untuk Mbah Maimun Zubair.
"Saya memberikan surat imbauan ke setiap musala, masjid, dan ketua jamiyah di Desa Karangmlati untuk melaksanakan salat ghoib untuk mbah Maimun Zubair setelah jamaah salat maghrib," terangnya Selasa, (6/8/2019).
Agus menjelaskan, sosok yang ia sebut mbah Maimun Zubair tersebut, ia akui sebagai sosok kyai yang kharismatik dan penyabar.
Lanjutnya, tidak hanya bagi kalangan umat muslim saja, melainkan perhatian dan peran mbah Maimun bagi bangsa Indonesia.
"Ketika Masjid Agung Demak hendak diatur barisan shafnya dulu, mbah Maimun datang sebagai penceramah, tidak berkomentar setuju atau tidak. Melainkan beliau hanya bilang 'ojo ngutak-ngutik peninggalane poro wali' (jangan mengubah ubah peninggalan para wali)," jelasnya.
Sementara imam salat maghrib di Musala Al Ikhlas Desa Karangmlati, Sa'dullah, nampak memberikan arahan kepada jamaahnya untuk melaksanakan salat ghoib bersama.
Ia nampak berbicara terbata-bata dan meneteskan air mata saat meminta keikhlasan jamaahnya untuk melaksanakan salat ghoib bersama.
"Saya sebagai santri langsung dan sebagai orang umum merasakan bahwa kyai mbah Maimun merupakan kyai yang alim dan santun," terangnya setelah memimpin salat ghoib.
Ia mengaku pernah menjadi santri Sarang selama empat tahun dan anak-anaknya pun kini ia pondokkan di sana.
Hal yang paling ia ingat ialah ketika anaknya yang diminta Mbah Maimun untuk menamatkan di pesantren Sarang terlebih dahulu sebelum melanjutkan kuliah.
"Tangan saya dipegang oleh mbah yai selama seperempat jam. Pikir saya mau didukani (dimarahi), ternyata saya didoakan oleh mbah yai ketika itu, dan anak saya sekarang sudah mapan di Semarang. Semua itu berkah dari Mbah Yai Maimun Zubair," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pemakaman-mbah-moen-di-pemakaman-mala.jpg)