Kemenristekdikti Ungkap 5 Alasan Hasil Riset Indonesia Kurang Maju, Anggaran Diecer-ecer

Kementerian Ristek Dikti (Kemenristekdikti) kembali menyentil lembaga dan instansi yang mengecer dana penelitian.

Kemenristekdikti Ungkap 5 Alasan Hasil Riset Indonesia Kurang Maju, Anggaran Diecer-ecer
ISTIMEWA
Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemristek Dikti, Muhammad Dimyati 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Kementerian Ristek Dikti (Kemenristekdikti) kembali menyentil lembaga dan instansi yang mengecer dana penelitian.

Hal itu menjadi salah satu penyebab riset di Indonesia tak kunjung maju.

Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemristek Dikti, Muhammad Dimyati, melalui keterangan persnya, mengaku gerah mendapati dua lembaga meneliti hal yang sama secara terpisah.

Disebutkannya,  sekitar dua pekan lalu ada sbeuah lembaga mempublish hasil penelitian cangkang obat dari rumput laut. Beberapa waktu kemudian, hal yang sama dilakukan oleh sebuah lembaga perguruan tinggi.

Hasil penelitian keduanya juga dimuat di media.

“Yang tidak dimuat di media pasti banyak lagi. Artinya, duit negara yang tak banyak tapi diecer-ecer ke sana-kemari. Akhirnya malah tidak jadi apa-apa. Hal itu juga pernah dikritik presiden,” kata Dimyati ketika di Semarang untuk menghadiri pembukaan konferensi internasional dalam pengembangan wilayah di Hotel Patra Jasa Semarang, Selasa (6/8/2019).

Selain mengecer dana penelitian, alasan kedua adalah anggaran yang terbatas juga disebutnya menjadi kendala, yakni hanya 0,25 persen per GDP. Sementara Thailand 0,6 persen per GDP, Malaysia sudah lebih dari 1 persen per GDP dan singapura lebih dari 2 persen per GDP.

Kemudian alasan ketiga, banyak peneliti Indonesia yang hebat secara individu namun lemah jika mesti kerja tim. Padahal untuk membuat riset yang besar mesti dilakukan secara tim.

Alasan keempat, fasilitas laboratorium di Indonesia tak semaju di luar negeri.

Bahkan, kekurangan alat dan teknologi saat akan meneliti hal-hal yang sifatnya mikro. Sehingga mesti menggandeng pihak luar.

Halaman
12
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved