Kisah Slamet Riyadi Pencetus Terbentuknya Pasukan TNI Kopassus, Gugur Sebelum Terwujud
Sosok Slamet Riyadi cukup melegenda lantaran selalu berpartisipasi dalam pertempuran melawan penjajah Belanda dan pemberontak.
Mulai dari Pulau Ambon, hingga di New Victoria.
Namun, perjuangannya berakhir di medan laga, ketika terkena peluru yang menembus seragamnya.
Ia meninggal pada usia muda, yakni 23 tahun.
• Detik-detik Penyanyi Dangdut Ratna Antika Jadi Korban Ambrolnya Jembatan Saat Selfie Bersama Warga
Ide Pembentukan Kopassus
Ide pembentukan Kopassus ini tak lepas dari pengalaman tempur Slamet Riyadi.
Awalnya Slamet Riyadi mengidentifikasi masalah saat bertempur melawan para pemberontak, Republik Maluku Selatan (RMS).
Pada pertempuran itu, Slamet Riyadi bertanggung jawab sebagai komandan operasi.
Hasilnya, para pemberontak itu berhasil digempur hingga tumbang, tapi banyak di antara anggota TNI yang juga menjadi korban.
Dikutip dari portal resmi Kopassus, ia menilai pasukan RMS yang jumlahnya lebih kecil ternyata kerap menggagalkan pasukannya.
Padahal, pasukan militer TNI memiliki kekuatan lebih besar.
Peristiwa itulah yang melatarbelakangi Slamet Riyadi mempelopori ide pembentukan Kopassus.
Ia menilai membutuhkan pasukan yang bisa gerak cepat dan tepat dalam menghadapi berbagai sararan.
Walupun itu berat, tapi pasukan itu harus bisa menghalau semuanya hingga tuntas.
Cita-cita itulah yang kemudian diwujudkan Alex Kawilarang, rekan Slamet Riyadi yang juga memimpin pertempuran melawan RMS.
• Pelatih Persebaya Berharap Amido Balde Bisa Pertahankan Gelar Top Skor di Piala Indonesia 2019
Alex Evert Kawilarang