Pengamat Ekonomi: Jaga Kesinambungan Pendapatan Mitra, Aplikator Bisa Turunkan Insentif

Pengamat ekonomi Gunawan Benyamin menilai peraturan pemerintah terkait kenaikan batas tarif untuk kendaraan roda empat adalah kabar baik.

Pengamat Ekonomi: Jaga Kesinambungan Pendapatan Mitra, Aplikator Bisa Turunkan Insentif
KOMPAS.COM
Ilustrasi taksi online 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pengamat ekonomi Gunawan Benyamin menilai peraturan pemerintah terkait kenaikan batas tarif untuk kendaraan roda empat adalah kabar baik.

Namun, kenaikan batas tarif kendaraan roda empat sesuai arahan Peraturan Menteri 118 yang berlaku mulai Juli 2019 ada risikonya.

Gunawan menyebutkan hal itu bisa menyebabkan turunnya minat penumpang yang menggunakan jasa transportasi online roda empat, seperti GoCar.

Selain itu, driver selaku mitra secara otomatis tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan potensi keuntungan.

Sehingga aplikator harus meningkatkan keseimbangan dengan mitranya.

“Ini sebenarnya risiko dan perusahaan harus menyiasatinya,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (5/8/2019).

Menurut Gunawan, ada beberapa poin penting yang harus dicatat oleh layanan transportasi online.

Pertama melakukan penurunan insentif atau menambahkan promo demi mensiasati potensi penurunan permintaan ojek online roda empat.

“Selama promo tidak diatur, ini kan jadi ranahnya perusahaan untuk mengatur kesinambungan usahanya. Perlu juga dicatat, pesaing GoCar yakni Grab juga akan melakukan hal yang sama. Saya pikir tidak akan jauh berbeda,” sebutnya.

Kedua, Jika Grab dan GoCar tidak mengatur ulang strateginya, kedua operator tersebut akan dipastikan mengalami penurunan demand permintaan kendaraan roda empat.

Halaman
123
Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved