Jelang Iduladha, Pertamina Tambah Hampir 100 Ribu per Hari Tabung ke Seluruh Jawa Tengah

PT Pertamina MOR IV pastikan ketersediaan elpiji jelang Iduladha dengan penambahan fakultatif untuk elpiji hingga 99.971 tabung perhari

Jelang Iduladha, Pertamina Tambah Hampir 100 Ribu per Hari Tabung ke Seluruh Jawa Tengah
DOKUMENTASI 2018
Pasokan elpiji subsidi 3 kilogram untuk Kabupaten Tegal, Jawa Tengah akan ditambah jelang Hari Raya Iduladha pada 11 Agustus 2019 mendatang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PT Pertamina MOR IV memastikan ketersediaan elpiji jelang Iduladha dengan memberikan penambahan fakultatif untuk elpiji hingga 9%, atau setara dengan tambahan 99.971 tabung/hari untuk Elpiji Subsidi, dan 2% untuk elpiji Non Subsidi di wilayah Jawa Tengah.

Antisipasi kenaikan konsumsi Elpiji, Pertamina akan memberikan extra dropping di bulan Agustus secara keseluruhan (Brightgas, Elpiji 12kg, dan Elpiji subsidi 3kg) sebesar 9%, atau setara dengan 3.759 MT dari rata-rata normal 3.454 MT/bulan.

Presentase tersebut dihitung dari kenaikan rata-rata normal harian yaitu 1.068.329 tabung/hari di wilayah Jateng.

“Khusus untuk Elpiji 3 Kg, rata-rata harian konsumsi untuk Jateng adalah 1.168.200 tabung/hari. Selama Periode Agustus, kami siapkan “extra dropping” 99.871 tabung/hari atau setara dengan kenaikan 9%," kata Unit Manager Communication&CSR Pertamina Marketing Operation Region IV, Andar Titi Lestari, dalam siaran pers, Jumat (9/8/2019).

Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning, Pemkot Semarang yang Mendirikan dan Kini Akan Menutupnya

Sebelumnya Pertamina MOR IV juga telah menggelontorkan extra dropping yang dilakukan di beberapa titik, di antaranya Kabupaten Semarang sebanyak 24.600 tabung, Kabupaten Grobogan sebanyak 9.520 tabung, Kabupaten Jepara sebanyak 8.960 tabung, Kabupaten Kudus sebanyak 7.840 tabung, Kabupaten Pati sebanyak 8.960 tabung, Kabupaten Rembang sebanyak 3.920 tabung dan Kabupaten Demak sebanyak 6.720 tabung.

Adapun untuk elpiji non subsidi diperkirakan tidak terjadi peningkatan konsumsi secara berarti. Meski demikian, pihaknya akan tetap menyiagakan untuk menambah stock Elpiji NPSO (non subsidi) sebanyak 2% atau menjadi 254MT dari rata-rata konsumsi normal 249MT/bulan.

Ketahanan suplai dan stok Elpiji di Jawa Tengah telah ditunjang dengan keberadaan, 480 Agen dan 41.427 Pangkalan, serta 830 SPBU yang tersebar di wilayah Jateng sebagai alternatif pilihan masyarakat mendapatkan Elpiji 3kg.

“SPBU ini sebagai stabilisator yang kami tugaskan layaknya Pangkalan yang juga menjual Elpiji 3kg, sesuai dengan harga HET yang berlaku yaitu Rp 15.500 dan mengisi Logbook. Sehingga pengguna Elpiji 3kg juga tetap menyertakan Kartu identitas sebagai data," jelasnya.

Pihaknya berkomitmen penuh dalam hal pendistribusian sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

Harapannya masyarakat tidak melakukan panic buying terkait isu yang beredar mengenai kelangkaan Elpiji.

Gara-gara Cemburu, Bambang Lakukan Teror Lempar Petasan ke Rumah Orang yang Disukainya di Klaten

Sementara itu, Pertamina selalu mengevaluasi kebutuhan real pengunaan Elpiji 3Kg, apabila dirasa kurang Pertamina akan mensuplai Elpiji 3Kg secukupnya sesuai kebutuhan di wilayah tersebut.

"Dukungan penuh dari masyarakat, untuk mengawasi keperuntukan Elpiji 3 Kg untuk rakyat miskin dan para usaha mikro, sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM no 26 Tahun 2009 tentang penyediaan dan pendistribusian Elpiji sangat diperlukan," imbuhnya.

Apabila terdapat kecurangan di pangkalan dan agen, Pertamina menyediakan layanan contact center pertamina 135 atau melalui email pcc@pertamina.com. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved