Megawati Akrab dengan Prabowo, DPP Nasdem: Itu Bagus, Tapi Kalau Gabung Koalisi Nggak Perlu
Ketua DPP partai Nasdem, Taufik Basari menyebut bahwa partai pengusung Jokowi-Ma'rfu Amin sudah solid dan tidak perlu ada partai lainnya.
Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
"Jadi kan Pak Prabowo waktu ketemu saya kan heboh ya media. Padahal saya tanya gini, Mas nanti mau enggak saya undang ke kongres PDIP? Kalau enggak mau. ya enggak apa-apa. Eh ternyata beliau mau," kata Megawati.
Megawati mengaku sangat senang dengan kehadiran Prabowo.
Saat Megawati menyebut namanya, Prabowo lantas berdiri.
Tidak lupa ia menyelipkan kelakarnya di tengah sambutan demi menghangatkan suaasana.
"Iya lho, kan capek ya kalau disuruh namanya tempur terus. Ya sudah lah nanti tempur lagi di 2024. Siap?" kelakar Megawati diiringi gelak tawa dan tepuk tangan para tamu undangan.
Prabowo juga ikut tertawa dan bertepuk tangan.
Setelah itu, Megawati singgung posko Prabowo di Jateng
Megawati mengatakan, ia merasa jengkel karena provinsi Jawa Tengah merupakan basis pendukung PDI-P yang notabene merupakan partai pengusung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, pesaing Prabowo-Sandi. Hal itu ia sampaikan ketika membacakan pidato politiknya dalam Kongres V PDI-P yang digelar di Hotel Grand Inna Bali Beach, Kamis (8/8/2019).
"Waktu itu Pak Prabowo katanya dipindahkan poskonya, ini terus terang, dipindahkan ke Jawa Tengah. Saya sudah mikir nih, hmmm gue datangin juga nih si Bowo. Ya dong, jengkel dong, orang sudah tahu itu tempatnya banteng lho," kata Megawati disambut tawa peserta kongres.
Megawati menuturkan, ia pun langsung turun ke provinsi Jawa Tengah setelah mendengat kabar tersebut. Mega ke Jawa Tengah untuk memotivasi para kader agar mempertahankan Jawa Tengah sebagai 'kandang banteng'.
"Kalau kalian banteng, berhenti merumput, gosok tanduk kamu! Aduh capek juga lho pak, situ sih bikin-bikin capek saya," ujar Mega menyindir Prabowo
Mega melanjutkan, ia pun sempat menegur Tim Kampanye Nasional yang yakin akan membawa Jokowi-Ma'ruf menang di Jawa Barat dan Banten. Sebab, menurut Mega, barometer Pemilu berada di provinsi Jawa Tengah.
"Yang menjadi barometer makanya pindah posko itu Jawa Tengah, tempat banteng itu. Jadi enggak bisa deh, saya suruh banteng ting ngelurup, serbu! Gitu lho, bener loh Mas Bowo," ujar Mega lagi.
Megawati lantas mengatakan bahwa Prabowo seharusnya mendekati dirinya agar bisa menang.
"Mas Bowo kalau nanti ya nggak tahu kapan, tolong deketin saya ya," ujar Megawati sambil tersenyum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/megawati-akrab-dengan-prabowo-dpp-nasdem-itu-bagus-tapi-kalau-gabung-koalisi-nggak-perlu.jpg)