Tokoh Lintas Agama Semarang Peringati Tujuh Hari Mbah Moen

Tokoh lintas agama memperingati tujuh hari wafatnya KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen di Pastoran Johannes Maria Unika Soegijapranata Kota Semarang

Tokoh Lintas Agama Semarang Peringati Tujuh Hari Mbah Moen
TRIBUN JATENG/JAMAL A NASHR
Doa bersama tujuh hari wafatnya KH Maimoen Zubair di Pastoran Johannes Maria Unika Soegijapranata Kota Semarang, Senin (12/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tokoh lintas agama memperingati tujuh hari wafatnya KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen di Pastoran Johannes Maria Unika Soegijapranata Kota Semarang, Senin (12/8/2019).

Acara diawali dengan menabur bunga melati pada poto Mbah Moen secara bergantian diiringi alunan lagu Gugur Bunga. Setiap tokoh agama kemudian membacakan doa untuk Mbah Moen sesuai kepercayaan masing-masing. Diakhiri dengan testimoni tentang Mbah Moen.

"Bagi saya Mbah Moen itu guru bangsa, ulama, yang sangat menjaga dan merawat Indonesia. Upaya untuk mengenang dan menteladani semangat kebangsaan beliau saya sebagai Romo Katolik tergerak untuk menyelenggarakan doa tujuh hari," ucap Romo Aloysius Budi Purnomo.

Ia mengatakan, peringatan ini merupakan bentuk spontanitas kecintaan dan penghargaan kepada Mbah Moen. Menurutnya, tujuan pokok peringatan tujuh hari Mbah Moen adalah mengenang, mendoakan, dan memohon agar dapat menteladani sikapnya.

"Saya yakin Mbah Moen sudah bahagia di surga, bahkan boleh saya katakan Mbah Moen malah tidak membutuhkan doa-doa kita. Maka kita bersama Mbah Moen berdoa untuk bangsa ini agar warisan keindonesiaan yang beliau jaga, beliau rawat, itu dapat kita lanjutkan," tuturnya.

Ia menambahkan, isyarat tersebut terlihat dari cuaca Mekkah yang biasanya panas menjadi mendung bahkan turun hujan ketika Mbah Moen wafat. Bahkan, menurutnya Mbah Moen layak mendapat gelar pahlawan nasional.

Mbah Moen meninggal ketika menjalankan rukun Islam kelima di Mekkah Arab Saudi, Selasa (6/8/2019) pagi waktu setempat. Jasadnya kemudian dimakamkan di pemakaman Ma'la Mekkah. (jam)

Penulis: Jamal A. Nashr
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved