Pertumbuhan Ekonomi Jateng Triwulan ll 2019 Meningkat 5,62 Persen

Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah pada triwulan || 2019 sebesar Rp 339 trillun, atau mencatatkan pertumbuhan 5,62% (yoy).

Pertumbuhan Ekonomi Jateng Triwulan ll 2019 Meningkat 5,62 Persen
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Selain sebagai pusat perekonomian kawasan Simpanglima merupakan daerah padat penduduk, Senin (9/9/2013). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah pada triwulan || 2019 sebesar Rp 339 trillun, atau mencatatkan pertumbuhan 5,62% (yoy).

Angka pertumbuhan tersebut menunjukan percepatan dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi triwulan | 2019 yang tercatat sebesar 5,12% (yoy).

Capaian tersebut, menurut Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, Soekowardojo, sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia yang memperkirakan pertumbuhan triwulan || 2019 berada pada kisaran 5,3%-5,7%.

Provinsi Jawa Tengah mencatatkan peningkatan kinerja perekonomian pada triwulan laporan ini bersama dengan Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur.

Sementara Provinsi DKI Jakarta dan D.I. Yogyakarta mencatatkan perlambatan perekonomian, setelah pada triwulan | 2019 lalu mencatatkan penumbuhan tertinggi di kawasan Jawa.

"Ditinjau dari sisi pengeluaran, penumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan Iaporan utamanya masih disumbangkan oleh Konsumsi Rumah Tangga.

Pada triwulan || 2019, Konsumsi Rumah Tangga terpantau tumbuh 5,16% (yoy), meningkat dari triwulan sebelumnya 4,79% (yoy)," ujar Soekowardojo, dalam siaran pers yang diterima Tribunjateng.com, Senin (12/8/2019).

Dijelaskan, pencapaian inflasi yang rendah dan stabil, mendorong terjaganya ekspektasi yang selanjutnya meningkatan konsumsi masyarakat.

Survei Tendensi Konsumen yang dilakukan oleh BPS menunjukan, indeks persepsi masyarakat pada aspek Pendapatan Rumah Tangga meningkat Iebih tinggi, dari sebelumnya sebesar 99,97 pada triwulan | 2019, menjadi sebesar 125,66 pada triwulan Iaporan.

Hasil Survei Tendensi Konsumen juga menunjukan peningkatan konsumsi masyarakat tidak hanya terbatas pada konsumsi makanan, namun juga barang/jasa non makanan.

Peningkatan tertinggi komoditas non makanan berlangsung pada produk pakaian, diikuti oleh jasa transportasi dan telekomunikasi.

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved