Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kawah Gunung Slamet: PVMG Bantah Hoaks Gambar Lava

Petugas pengamat PVMG, Sukeidi, menjelaskan, pengamatan yang dilakukan pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB menunjukkan aktivitas Gunung Slamet

Tribunjateng.com/Budi Susanto
Asap dari kawah Gunung Slamet terlihat dari Dukuh Jawar, Desa Clekatakan Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang yang berjarak sekita 4 kilometer, beberpa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG -- Asap dari kawah Gunung Slamet pada Rabu (14/8) siang masih terlihat jelas.

Menurut Petugas Pengamat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMG), di Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, asap bertekanan rendah tersebut memiliki ketinggian mencapai 25 meter di atas puncak.

Petugas pengamat PVMG, Sukeidi, menjelaskan, pengamatan yang dilakukan pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB menunjukkan aktivitas Gunung Slamet belum meningkat.

“Statusnya masih level II atau waspada, meski demikian masyarakat masih dilarang beraktivitas di jarak 2 kilometer dari puncak Gunung Slamet,” jelasnya. Aktivitas kegempaan dalam tempo enam jam mencapai 166 kali.

“Gempa hembusan tercatat dalam rekam gerak tanah mencapai 166 kali dengan amplitudo 2-17 milimeter, gempa hembusan tersebut berdurasi antara 15 sampai 50 detik,” katanya.

Selain gempa hembusan, Sukeidi menuturkan gempa tremor terjadi sejak pagi dengan amplitudo tak menentu.

Sukirno, Kadus Kandang Gotong, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, yang terletak dilereng Gunung Slamet menambahkan, cuaca di lereng Gunung Slamet sangat cerah.

“Warga masih melakukan aktivitas berkebun seperti biasa, misal pun ada gejala peningkatan status kami akan segera melapor ke Pos Pantau Gunung Api Slamet secara langsung,” tambahnya.

Hoax keluarkan lava

Status Gunung Slamet menjadi waspada atau level II membuat masyarakat resah dan khawatir.

Hal itu disusul dengan munculnya kabar bohong atau hoaks tentang aktivitas Gunung Slamet yang mengeluarkan pijaran magma atau lava.

Meskipun berstatus waspada, objek wisata pemandian air panas Guci yang berlokasi di Kecamatan Bumijawa, Lereng Gunung Slamet masih relatif aman.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Widodo Joko Mulyono saat memimpin saat rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Antisipasi Aktivitas Gunung Slamet, di Ruang Rapat Gedung C Setda, Rabu (14/8) pagi.

Menurut Joko, wisata Guci masih tergolong relatif aman karena jaraknya 9 km dari kawah Gunung Slamet.

"Jangan terpengaruh oleh berita hoaks. Perlu digaris bawahi, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas di sekitar gunung dengan radius aman 2 km. Jadi, tidak boleh ada pendakian dulu sampai waktu yang tidak ditentukan. Namun, di luar jarak tersebut, masih relatif aman," kata Joko usai rakor.

Pegawai Pos Pengamatan Gunung Slamet Gambuhan Pemalang Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BPVMBG), Muhammad Rusdi menyebut, aktivitas Gunung Slamet yang berada di lima Kabupaten di Jawa Tengah itu masih mengalami peningkatan.

Dia mengimbau masyarakat tidak terpengaruh oleh pemberitaan yang salah atau hoaks. Sebab pada dasarnya, ancaman sejauh ini baru bisa terjadi dalam radius 2 km dari pusat kawah.

Dirinya merekomendasikan kepada masyarakat untuk tidak beraktivitas dengan jarak 2 km dari kawah.

Rusdi juga menampik berita bohong terkait dengan Gunung Slamet yang sudah mengeluarkan lava atau magma.

Dia memastikan gambar yang beredar di media sosial itu adalah gambar Gunung Slamet pada tahun 2014 lalu.

Kodim siapkan jalur evakuasi

Kodim 0713 Brebes telah menyiapkan jalur evakuasi Gunung Slamet jika mengalami erupsi. Jalur tersebut telah disurvei jajaran Kodim Brebes yang dipimpin Komandan Koramil 10 Sirampog, Kapten Inf Muhrodi.

Dari hasil survei, tim Kodim Brebes menyiapkan jalur evakuasi yaitu melewati Dusun Kaliwadas dan Dawuhan. Kedua dusun tersebut berada di Kecamatan Sirampog, Brebes.

"Survei ini sekaligus pengamatan dalam upaya penanggulangan bencana apabila Gunung Slamet benar-benar dinyatakan status level II (waspada)," kata Kapten Inf Muhrodi, Rabu. (Nal/gum/bud)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved