Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Lengkap : Tiga Polisi Terbakar saat Amankan Demo, Mahasiswa Lempar Kantong Bensin

Tiga polisi terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah tubuhnya terbakar saat berusaha memadamkan api

Tayang:
Istimewa
Anggota Polisi terbakar saat amankan unjukrasa mahasiswa yang dilakukan di halaman Pendopo Cianjur, Kamis (15/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, CIANJUR - Tiga polisi terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah tubuhnya terbakar saat berusaha memadamkan api yang disulut mahasiswa pengunjuk rasa di depan gerbang Pendopo Cianjur, Jawa Barat, Kamis (15/8).

Api menyambar tubuh mereka setelah seorang pendemo tiba-tiba melempar kantong plastik berisi bensin ke tengah api yang masih menyala.

Demo yang semula tertib pun berubah menjadi kacau. Ketiga polisi yang terbakar menjerit-jerit sambil berguling-guling di tanah.

Sementara puluhan pendemo lari kocar-kacir dengan muka ketakutan sesaat setelah kejadian tersebut.

Beruntung api yang membakar tubuh ketiga polisi bisa segera dipadamkan. Ketiganya langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Cianjur.

Dua di antaranya masih dirawat di sana, sementara seorang lainnya sudah dirujuk ke RS Polri di Kramat Jati, Jakarta.

Ketiga polisi yang mengalami luka bakar adalah Aiptu Erwin Yudha (anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Bojongherang Polsek Kota), dan Bripda Yudi Muslim serta Bripda FA Simbolon (keduanya anggota Sat Sabhara Polres Cianjur).

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi mengatakan, Aipda Erwin dirujuk ke RS Kramatdjati karena menderita luka bakar hingga 80 persen.

"Untuk dua anggota lainnya, saya akan konsultasi dulu dengan dokter yang merawatnya. Jika memang diperlukan, keduanya akan dirujuk ke RS Sartika Asih di Bandung," ujar Irjen Pol Rudy Sufahriadi usai menjenguk korban di RSUD Cianjur.

Rudy mengatakan, pembakaran ban bekas atau benda apa pun tidak diperkenankan dalam unjuk rasa.

"Itu sebabnya, polisi langsung berupaya melakukan pemadaman supaya suasana tetap kondusif," kata Kapolda.

Ia menduga para pengunjuk rasa mengambil ban itu dari jalan. "Tapi, kami sedang dalami lagi.

Demo seharusnya tak ada bakar ban, semua yang terlibat akan dihukum, apakah ada pelaku utama atau tidak, Polres telah amankan 15 orang," ujarnya.

Direktur Utama RSUD Cianjur, Ratu Tri Yuliawati, memastikan dua polisi yang mengalami luka bakar tetap ditangani di RSUD Cianjur.

"Keduanya menderita luka bakar sekitar 40 persen," ujarnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved