Belasan Peserta dari Tiga Kampus Indonesia dan Taiwan Ikuti GlobEEs 2019 di UKSW Salatiga
Belasan peserta berpartsipasi pada program bertajuk 'Global Education Experiences (GlobEEs) 2019' di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: suharno
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Belasan peserta berpartsipasi pada program bertajuk 'Global Education Experiences (GlobEEs) 2019' di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga
Total 17 peserta kegiatan yang berlangsung hingga tanggal 27 Agustus mendatang ini berasal dari tiga universitas di Indonesia hingga luar negeri.
Ketiga universitas tersebut yakni Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, Chang Jung Christian Univesity (CJCU) Taiwan dan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.
Rektor UKSW Salatiga Neil Semuel Rupidara saat membuka program pertemuan mahasiswa lintas negara tersebut mengatakan program GlobEEs merupakan upaya kampusnya memberikan pengalaman internasional bagi mahasiswa.
Program ini, sambungnya, telah sejak lama menjadi fokus bertaraf internasional yang digagas, baik dalam bentuk pertemuan, pertukaran, maupun pendidikan lintas negara.
• Start di Candi Borobudur, Pembalap Tour de Indonesia 2019 Bakal Lintasi 2 Pulau & 3 Provinsi
“Tahun ini program GlobEEs di kampus UKSW telah memasuki tahun ke tujuh penyelenggaraannya. Kami berharap program GlobEEs dapat mengundang lebih banyak negara untuk berpartisipasi, terutama sesama negara di wilayah Asia,” terangnya kepada Tribunjateng.com, Minggu (18/8/2019).
Menurutnya, di era mendatang semakin perlu untuk mengembangkan saling pengertian antar negara di Asia dengan tujuan untuk menciptakan lebih banyak pemahaman positif.
Meskipun tidak mudah namun kemungkinan tersebut patut dipertimbangkan.
Sesuai tema yang diangkat yakni ‘A taste of Indonesia’, dirinya berharap peserta program dari CJCU Taiwan dapat belajar sebanyak mungkin tentang Indonesia.
• Ini Harga Tiket Laga Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Lawan Thailand dan Malaysia
Disisi lain peserta dari Indonesia juga perlu belajar mengenai budaya sendiri sebagai dasar membangun hubungan antar individu maupun antar budaya.
Kepada seluruh peserta, Neil berpesan untuk membangun jejaring persahabatan selama mengikuti program agar tercipta saling pengertian antar generasi muda.
“Suatu hari kalian semua akan menjadi pemimpin di negara masing-masing. Jika saat ini sudah terjalin hubungan yang baik, tentu masa depan dunia kita ada dalam genggaman,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Wakil Rektor IV UKDW Handi Hadiwitanto menyebut melalui program yang sudah ada sejak tahun 2013 ini akan banyak pengalaman yang dapat digali.
Keragaman budaya dua negara akan menjadi bahan yang banyak didiskusikan, karena itu Handi Hadiwitanto berpesan agar seluruh peserta mau berpikiran terbuka.
Sementara itu, Leader partisipan dari CJCU Taiwan, Fang-jeng Liu menyebut pihaknya berharap dimulai dari GlobEEs, kedepan akan muncul berbagai kolaborasi dari tiga institusi tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sejumlah-peserta-globees-2019-saat-berfoto-bersama-rektor-uksw-salatiga-neil-semuel-rupidara.jpg)