Ketua DPC Organda Kota Semarang Lega Trans Jateng Kendal-Semarang Hanya Sampai Terminal Mangkang
Bambang Pranoto Purnomo, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Semarang, akhirnya lega setelah Dinas Perhubungan Jawa Tengah mau mendengar
Penulis: hesty imaniar | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bambang Pranoto Purnomo, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Semarang, akhirnya lega setelah Dinas Perhubungan Jawa Tengah mau mendengarkan aspirasi.
Rute Trans Jateng Koridor III Kendal-Semarang dievaluasi tidak masuk ke Kawasan Wijaya Kusuma Semarang.
Trans Jateng Koridor III hanya sampai Terminal Mangkang.
"Ahkirnya Dishub Jateng mau mendengarkan aspirasi kami, khususnya dari awak angkot C, 9, R 4, dan R 6 tentang akan diadakannya Trans Jateng Koridor III Kendal-Semarang," ujarnya, Minggu (18/8/2019).
Namun sayangnya, informasi soal Trans Jateng Koridor III yang hanya sampai Terminal Mangkang, Semarang itu, didapatkan dari seorang informan.
"Memang kami tidak diajak dalam pertemuan tersebut, dan kami hanya diberitahu oleh informan kami, bahwa, Trans Jateng itu hanya sampai Terminal Mangkang," ujar Bambang.
Adanya kabar tersebut, Bambang berterima kasih sehingga para awak angkot bisa melanjutkan hidupnya di rute tersebut.
"Tentunya berterima kasih. Karena sudah mau mendengar dan menindaklanjuti usulan kami, untuk tetap memberikan rute bagi para angkot di sekitar tersebut. Dengan begitu, nasib kami ini masih jelas," ungkapnya
Sementara itu, Pakar Transportasi Jateng, DJoko Setijowarno mengatakan sejak awal adanya Trans Jateng tidak akan menggusur operator lama.
"Melainkan justru, dengan adanya hal itu, pihak pemerintah akan selalu mengajak mengubah manajemen operator lama supaya lebih sehat," bebernya.
Lebih lanjut, pihaknya menyebutkan, bahwa sudah terbukti di Koridor Bawen-Semarang dan Purwokerto ke Purbalingga, semuanya baik saja.
"Memang saya tidak ikut rapat dengan Dishub Jateng, karena ada acara lain, tapi saya diberitahu hasil rapat tersebut. Dan nanti akan ada rapat lagi, serta pihak organda akan diajak rapat kembali," sebutnya.
Ia juga menyampaikan, agar supir angkot jangan termakan isu yang kurang menguntungkan pihak supir angkot.
"Jadi kalau kita bicara soal Trans Jateng, ini adalah pelayanan, dan bukan bicara pendapatan. Saya pernah tahu, bahwa, para supir angkot ini, pernah meminta subsidi dari Pemkot, tapi belum diberikan, dan sekarang ada subsidi operasional dari Pemprov, malah ditolak, ini adalah hal yang perlu dipertimbangkan," jelasnya.
Dengan begitu, Joko menegaskan agar para supir angkot jangan termakan isu atau kabar yang belum benar kepastiannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/spanduk-penolakan-trans-jateng-di-depan-terminal-mangkang-rabu-1482019.jpg)