Inspirasi Pebisnis : Heri Kini Punya 4 Armada Food Truck
Mengenal bisnis makanan dan minuman bagi pemula susah-susah gampang. Hal itu seperti dirasakan pebisnis kuliner, Heri Poerjanto Noegroho (49).
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Mengenal bisnis makanan dan minuman bagi pemula susah-susah gampang. Hal itu seperti dirasakan pebisnis kuliner, Heri Poerjanto Noegroho (49).
Kepada Tribun Jateng, pria kelahiran Jatim itu mengaku bersyukur atas capaiannya selama sekitar 7 tahun terakhir. Pasalnya, bisnis yang digeluti, yakni berjualan produk makanan ataupun minuman dengan menggunakan kendaraan besar yang sudah dimodifikasi atau food truck' sudah membuahkan hasil.
"Saat ini saya punya empat unit armada, dari awalnya hanya sebuah kendaraan roda tiga," katanya, Minggu (18/8).
Perjuangan laki-laki yang kini tinggal di Bukit Cempaka II No. 68 Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang itu berawal sebelum 2012.
Kala itu, Heri bercerita, ia masih kerja serabutan sebagai kontraktor, kadang juga membuka jasa persewaan sepatu roda di kawasan Simpanglima Semarang.
Sadar akan kebutuhan yang semakin besar, bapak tiga anak itupun mempunyai sebuah angan untuk merintis bisnis kuliner.
"Kadung kepepet, di kontraktor ketipu habis Rp 250 juta, terus kepikiran makanan. Asale yo piye carane? setelahnya weteng wareg, dapat duit (Awalnya ya bagaimana caranya? Setelah perut kenyang, dapat uang-Red). Jadilah rintis makanan serba simpel," jelasnya.
Singkat cerita, pada pertengahan 2012 ia yang didampingi sang istri memiliki sebuah outlet makanan dengan konsep ruko sewa seharga Rp 15 juta/tahun. Bisnisnya pun terbilang sulit. Harus membutuhkan beberapa bulan untuk bisa menarik pembeli.
Rasa tak kenal menyerah pun coba ditanamkan pada bisnisnya, hingga ramai pembeli.
"Mulai ramai, pemilik ruko menaikkan harganya hingga dua kali lipat. Itu terjadi dua kali berturut-turut hingga saya dan istri sudah tidak sanggup lagi sewa ruko. Parahnya, bisnis saya diduplikasi pemilik ruko," ungkapnya.
Ketidakmampuannya untuk meneruskan bisnis kuliner dengan sewa ruko itu kemudian diubah Heri dengan konsep food truck.
Bermodalkan Rp 25 juta yang ia gunakan membeli sebuah armada roda tiga serta biaya perombakannya, Heri mulai kucing-kucingan dengan Satpol PP untuk berdagang dengan sistem jemput bola.
Kenekatannya menafkahi keluarga bertahan hingga 3 tahun.
Pada 2015, ia bersyukur pasca-Pemkot Semarang dan Pemprov Jateng mewadahi food truck. Bahkan sejak saat itu, ia menjadi mitra binaan Dinas Koperasi sekaligus masuk di Badan Ekonomi Kreatif Kota Semarang.
Food Truck mulai diberikan lapangan bermain seperti di Halaman Gedung Pramuka dengan nama Taman Food Truck, Halaman BPSDM Srondol, dan juga pada event-event lain.
Sejak saat itu, ia membeli sejumlah armada guna mengembahkan bisnisnya. Tercatat empat armada yang berjalan pada 2019. Satu armada dipegang keponakannya dengan tema Kedai Tokyo yang menjual Takoyaki dan sosis bakar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/food-truck-umkm.jpg)