Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dinas Penanaman Modal Jateng Ingin UMKM Bisa Tarik Investor

Capaian target yang penanaman modal yang sudah mencapai 76 persen di semester pertama tahun 2019 tidak lantas membuat Dinas Penanaman Modal dan

Tayang:
Penulis: rival al manaf | Editor: muh radlis

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Capaian target yang penanaman modal yang sudah mencapai 76 persen di semester pertama tahun 2019 tidak lantas membuat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng kemudian merasa lega.

Pada enam bulan pertama tahun ini Jateng sudah digelontor Rp 36,6 triliun dari para investor.

Padahal target awal yang dicanangkan hingga akhir tahun nanti hanya Rp 47,41 triliun.

Meski demikian, mereka tidak begitu saja bernafas lega karena pemerintah pusat meminta pertumbuhan ekonomi bisa mencapai tujuh persen di Jateng.

Investasi sendiri merupakan salah satu faktor utama untuk meraihnya.

Pada tahun-tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi di Jateng hanya berkisar di angka lima hingga mendekati enam persen.

Menghadapi tantangan itu, Kepala DPMPTSP Ratna Kawuri menyebut ada satu sektor yang perlu diberi stimulan untuk bisa menarik investor lebih banyak ke Jateng.

Sektor itu justru berasal dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang ada di Jateng.

Viral Selebaran Berisi Nama Gubernur Jateng Jadi Mendagri, Ganjar: Saya Ngurusi Jawa Tengah Saja

Anna Octaviana, Tuna Daksa Juara Lomba Fotografi Diecast

Ini Penyebab Angin Berhembus Kencang di Beberapa Wilayah Jawa Tengah

Tandatangani Zona WBK dan WBBM, Bupati Wihaji Minta RSUD Kalisari Batang Tingkatkan Pelayanan

"Ada undang-undang yang mengatur bahwa investor yang masuk diharuskan bermitra dengan UMKM, jadi sudah ada dasar hukumnya," terang Ratna dalam diskusi Realisasi Investasi di Jateng di Hotel Kesambi Hijau, Rabu (21/8/2019).

Potensi lainnya dalah jumlah UMKM di Jateng yang menurutnya cukup banyak.

Ia mengandaikan jika produk UMKM berhasil dikenalkan ke luar negeri dan menarik investor masuk maka akan bisa menambah angka penanaman modal.

"Persoalannya saat ini adalah sudah siapkah UMKM untuk bisa mendapat suntikan modal dari investor?

Sudah layak kah produknya untuk bisa diekspor dan diproduksi massal?

Nanti saya dengan Dinas Koperasi dan UMKM yang akan melink and matchkan.

Mau tidak mau saat in UMKM harus siap," tegasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved