Ngopi Pagi

Fokus : Utang Bambang Nurdiansyah ke PSIS Semarang

Umpan lambung Ebi Sukore berhasil disambut sundulan Cristian Gonzales. Sundulan striker Persik Kediri ini akhirnya menjebol gawang PSIS Semarang

Fokus : Utang Bambang Nurdiansyah ke PSIS Semarang
tribunjateng/cetak/grafis bram kusuma
Suharno Wartawan Tribun Jateng 

Oleh Suharno

Wartawan Tribun Jateng 

Umpan lambung Ebi Sukore berhasil disambut sundulan Cristian Gonzales. Sundulan striker Persik Kediri ini akhirnya menjebol gawang PSIS Semarang yang saat itu dikawal I Komang Putra.

Gol tersebut disambut riuh penonton di Stadion Manahan Solo, lantaran dalam waktu 90 menit plus satu babak perpanjangan waktu tidak ada gol yang tercipta. Gol Gonzales di final Liga Indonesia 2006 ini juga yang membuat Persik Kediri menjadi juara Liga Indonesia 2006.

PSIS Semarang yang saat itu dilatih Bonggo Pribadi harus puas berada di posisi runner up. Namun, sebelum melaju hingga partai puncak, Mahesa Jenar sempat melakukan pergantian posisi pelatih kepala dari Sutan Harhara ke Bonggo Pribadi.

Namun, kesuksesan Bonggo Pribadi membawa PSIS runner up Liga Indonesia 2006 plus runner up Piala Emas Bang Yos (PEBY) 2006, tidak berlanjut ke Liga Indonesia 2007. Ketua Umum PSIS Semarang saat itu, Alamsyah Satyanegara Sukawijaya alias Yoyok Sukawi memecat Bonggo Pribadi di tengah kompetisi. Alasannya, karena Mahesa Jenar berada di posisi papan bawah.

Yoyok Sukawi akhirnya menunjuk Sartono Anwar menggantikan Bonggo Pribadi. Meski hanya finish di peringkat ke-10 Divisi Utama Wilayah Barat musim 2007, PSIS Semarang beruntung lolos ke Liga Super Indonesia (ISL) musim 2007. Bersama PKT Bontang, PSIS menggantikan posisi Persmin Minahasa dan Persiter Ternate yang tidak memenuhi lima syarat peserta ISL dari Badan Liga Indonesia.

Setelah itu, pergantian pelatih kerap dilakukan PSIS di tengah pasang surut prestasi klub. Kini, yang terbaru PSIS memutuskan menunjuk Bambang Nurdiansyah untuk menggantikan Jafri Sastra yang dipecat usai Mahesa Jenar mengalami kekalahan beruntun.

Bambang Nurdiansyah bukanlah nama baru untuk PSIS Semarang. Pelatih yang akrab disapa Banur ini, pernah membesut PSIS di tahun 2005. Bahkan Banur membawa PSIS Semarang meraih posisi ketiga Liga Indonesia 2005 serta juara ketiga PEBY 2005.

Sayangnya, di ISL edisi pertama atau musim 2008, Banur yang kala itu menggantikan Edi Paryono gagal mengangkat PSIS dari zona degradasi. PSIS yang saat itu juga mengalami masalah finansial akhirnya finish di dasar klasemen dan harus terdegradasi ke Divisi Utama.

Kini, seakan ingin membayar utangnya, Banur berusaha membangkitkan PSIS dari keterpurukan. Di laga perdananya bersama PSIS di Liga 1 2019 ini, Banur sukses mempersembahkan satu poin usai menahan imbang tuan rumah Bhayangkara FC.

Satu poin ini seperti melepas dahaga usai PSIS mengalami empat kekalahan beruntun di Liga 1 musim ini. Semoga saja, satu poin ini menjadi poin pembuka untuk poin bahkan kemenangan selanjutnya. Good Luck Coach Banur bersama PSIS Semarang(*)

Penulis: suharno
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved