Ingin Fokus Jadi Dubes, Rusdi Kirana Mundur dari PKB
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rusdi Kirana memutuskan mundur dari keanggotaan partainya.
Pada Mei 2017, Rusdi melepaskan jabatannya sebagai anggota Wantimpres.
Presiden Jokowi menugaskannya menjadi Duta Besar RI untuk Malaysia yang berkedudukan di Kuala Lumpur.
Kepada wartawan, usai pelantikan kala itu, Rusdi terang-terangan mengungkapkan ia meminta kepada Presiden Jokowi jabatan dubes ini.
Ia memilih Malaysia karena sejak dulu ingin mengurus berbagai permasalahan tenaga kerja Indonesia yang ada di sana.
Rusdi mengatakan, nantinya Kedubes Indonesia di Malaysia akan membantu tenaga kerja yang ada di sana untuk mengembangkan diri.
Dengan begitu, mereka tidak harus selamanya bekerja di negeri orang.
"Harapannya mereka kembali ke Indonesia, tidak berpikiran untuk kembali ke Malaysia."
"Kami berpikir mereka akan membuka UKM," kata Rusdi.
Posisinya sebagai anggota Wantimpres sendiri belakangan digantikan oleh tokoh Nahdlatul Ulama Yahya Cholil Staquf hingga penghujung berakhirnya masa jabatan Jokowi-Kalla.
Kariernya sebagai pengusaha di dunia penerbangan juga sempat membuat nama Rusdi digadang-gadang menjadi menteri perhubungan.
Terlebih ketika ia sempat berseteru dengan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pada akhir 2015 terkait penutuan Bandara Budiarto.
"Saya janjikan, saya tidak akan jadi Menhub," ujar Rusdi di Kantor Pusat Lion Air, Jakarta, Senin (16/11/2015).
Fokus Jadi Dubes
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukmanul Khakim menyatakan pengusaha Rusdi Kirana, memutuskan keluar dari PKB lantaran ingin fokus menjalankan tugas sebagai Duta Besar.
"Saya sampaikan betul memang Pak Rusdi Kirana kirim (pesan) whatsapp kepada saya langsung."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rusdi-kirana-pemilik-lion-air_20181106_115205.jpg)