Alami Defisit Anggaran, BPJS Kesehatan Berlakukan Mekanisme First In First Out

BPJS Kesehatan mengalami defisit anggaran. Sehingga dalam proses pembayarannya BPJS Kesehatan memberlakukan mekanisme First In First Out.

Alami Defisit Anggaran, BPJS Kesehatan Berlakukan Mekanisme First In First Out
Tribun Jateng/ Desta Leila Kartika 
Deputi Direksi Wilayah Jateng dan DIY BPJS Kesehatan, Aris Jatmiko, saat menghadiri acara pelaksanaan kerja sama yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan Cabang Kebumen dan Kejaksaan Negeri Purworejo. Berlokasi di Kantor Kedeputian Wilayah Jawa Tengah dan DIY BPJS Kesehatan Semarang, Kamis (22/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bukan menjadi rahasia, bahwa BPJS Kesehatan mengalami defisit anggaran. Sehingga dalam proses pembayarannya BPJS Kesehatan memberlakukan mekanisme First In First Out.

Adapun maksud dari mekanisme first In First out, seperti yang dijelaskan oleh Deputi Direksi Wilayah Jateng dan DIY BPJS Kesehatan, Aris Jatmiko, yaitu pembayaran disesuaikan dengan urutan catatan pihak BPJS Kesehatan.

Dengan kata lain, rumah sakit yang lebih dulu mengajukan berkas secara lengkap, tentu transaksi pembayaran klaimnya akan diproses terlebih dahulu.

"Adanya sistem first in first out ini, siapa yang dulu masuk itulah yang dibayar. Prosesnya memang tidak secepat seperti sebelum lebaran karena keadaan yang terbatas," ujar Aris Jatmiko, pada Tribunjateng.com, Kamis (22/8/2019).

Dijelaskan, sekarang ini salah satu solusi untuk menanggulangi operasional teman-teman rumah sakit pihak BPJS Kesehatan menawarkan Supply Chain Financial. Karena ketika pihaknya terlambat lebih dari satu bulan maka terkena denda.

"Jadi semisal contoh di salah satu rumah sakit ada tagihan Rp 5 miliar, sampai 5 bulan sejak ditagihkan kemudian diverifikasi berkasnya lengkap tapi belum dibayar, kami yang terkena denda. Maka kami tawarkan Supply Chain Financial bekerja sama dengan Bank mitra supaya operasional tidak terganggu," jelasnya.

Sementara itu, terkait tunggakan di Jateng dan DIY , menurut Aris Jatmiko, hampir merata karena ada beberapa Rumah Sakit yang terlambat membayar.

"Dengan Sistem first in first out ini, merupakan upaya kami untuk menuntaskan pembayaran fasilitas kesehatan. Seperti yang diketahui, hal ini dapat terwujud berkat dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan," pungkasnya. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved