Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Satpam Serpong Tewas Usai Hisap Darah Bekas Gigitan Ular, Ini Rekomendasi WHO

Iskandar malah menghisap darah di jarinya yang terkena gigitan ular. WHO menyarankan, saat tergigit ular, langkah pertama yang dilakukan adalah tidak

Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
Wikimedia Common
Ular black death adder 

TRIBUNJATENG.COM- Sekuriti perumahan Cluster Michelia Kelapa Dua Tangerang, Iskandar, tewas saat sedang menangkap ular pada Selasa (21/8/2019) malam.

Saat itu sekitar pukul 19:00, Iskandar mendapat laporan warga yang melihat ular di rumahnya. Iskandar pun bergegas.

Sesampainya di rumah warga, dengan berbekal sapu, Iskandar mencoba menangkap ular berbisa tersebut.

Dilansir dari kompas.com, Komandan sekuriti perumahan tersebut, Musliman mengatakan bahwa saat Iskandar hendak menangkap kepala ular, jarinya tergigit.

"Memang dengan alat seadanya cuma sapu deh. Dia berusaha tangkap ularnya. Enggak kenapa tahu-tahu pas mau nangkap kepalanya telunjuk kirinya digigit," kata Musliman saat dihubungi Kompas.com, Jumat (23/8/2019).

Saat itu, Iskandar malah menghisap darah di jarinya yang terkena gigitan ular.

"Kalau saya duga sih ya ini gara-gara di hisap-hisap itu aja sih jadi masuk bisanya melalui mulut," sambungnya.

Saat itu Iskandar langsung dibawa ke Rumah Sakit Bathsaida.

Namun sayang alat di rumah sakit tersebut tidak memadai yang mengharuskan korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Kota Tangerang.

"Tapi pada saat proses penanganan korban sudah tidak tertolong,"

ilustrasi ular berbisa
ilustrasi ular berbisa (ISTIMEWA)

Organisasi kesehatan dunia, WHO menyarankan, saat tergigit ular, langkah pertama yang dilakukan adalah tidak bergerak.

Hal tersebut bertujuan agar bisa ular atau racun ular tidak menyebar ke bagian lain.

Korban dibuat tidak bergerak sepenuhnya.

Dokter ahli Tri Maharani yang ditunjuk WHO untuk menulis penanganan kasus gigitan ular mengatakan bahwa obat tradisional sekalipun tak bisa mengeluarkan racun ular dari tubuh.

“Obat tradisional tidak bisa mengeluarkan venom di tubuh. Apalagi pakai batu hitam, keris, tidak bisa. Disilet, dihisap, atau diikat juga tidak bisa. Justru yang diikat sering kemudian harus diamputasi.” tuturnya yang Tribunjateng.com kutip dari Mongabay.co.id.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved