Pencemaran Laut Ancam Kelestarian Penyu di Pantai Selatan Kebumen
Kemarau jadi musim bertelur bagi penyu di pantai selatan Kebumen. Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah Kebumen
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Kemarau jadi musim bertelur bagi penyu di pantai selatan Kebumen.
Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah Kebumen, Wahyono membenarkan, pantai selatan, terutama yang sepi dari aktivitas manusia merupakan habitat penyu bertelur. Penyu cenderung mencari tempat yang sepi untuk bertelur.
Menurut dia, saat ini adalah musimnya penyu bertelur.
Penyu bertelur pada musim kemarau, puncaknya sekitar Juli, Agustus dan September.
Saat itu, penyu betina yang tengah bunting mendarat ke pantai untuk bertelur.
Penyu membuat sendiri sarangnya dengan cara menggali pasir, lalu menutupinya kembali.
Usai betelur, penyu meninggalkan sarangnya dan kembali ke habitatnya di laut.
• Hendi Sebut Malam Ini Semarjamu Ambyar Lagi Bersama Pendhoza dan Senggol Tromol di BKB Kota Semarang
• Rio Saputra Cedera di Menit 50, PSIS Takluk 0-3 dari Madura United
• Operasi Patuh Candi 2019 Segera Dimulai, Ini Jenis Pelanggaran yang Akan Langsung Ditilang
• Pemadam Kebakaran Kota Pekalongan Habiskan Waktu Berjam-jam Lepas Cincin
Karena berada di daratan pantai, tak ayal telur penyu ini menjadi sasaran perburuan orang tak bertanggung jawab.
Meski untuk menemukan sarang itu tak mudah karena tertimbun pasir dan susah dikenali.
“Kadang masih ada telur yang diambil dari sarangnya,” katanya
BKSDA mendorong masyarakat untuk peduli terhadap kelestarian penyu di laut selatan.
Bukan hanya menghadapi ancaman perburuan, penyu di laut selatan Kebumen terancam bahaya pencemaran.
Keberadaan sampah di laut mengancam kelestarian penyu yang bisa saja mengiranya makanan.
Penyu bisa mati lantaran menelan material sampah, terutama plastik yang berbahaya.
Ketua Kelompok Masyarakat Desa Lembupurwo, Marzuki mengatakan, pencemaran laut mengancam kelangsungan ekosistem laut, termasuk kelestarian penyu.
Nelayan pun semakin susah menangkap ikan.
Jaring nelayan banyak yang rusak karena beban sampah yang terperangkap di dalamnya.
"Banyak sampah plastik dan pampers,"katanya. (aqy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/penyu-konserfasi.jpg)