Pemadam Kebakaran Kota Pekalongan Habiskan Waktu Berjam-jam Lepas Cincin
Biasanya tim pemadam kebarakan berjibaku menghadapi panasnya si jago merah.
Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Biasanya tim pemadam kebarakan berjibaku menghadapi panasnya si jago merah.
Namun di Kota Pekalongan, tim pemadam harus berjibaku melepas cincin yang terpasang dijari tengah seorang pelajar.
Di mana tiga petugas Damkar harus turun tangan membantu proses pelepasan cincin.
Menurut Yudha Wijaya, satu di antara anggota Damkar Kota Pekalongan, saat datang ke Mako Damkar jari tengah pelajar tersebut sudah bengkak.
“Sekitar pukul 14.00 WIB ada dua orang mendatangi Mako, satu orang dewasa satu lagi pelajar,” jelasnya, Sabtu (24/8/2019).
Dilanjutkannya, mereka meminta tolong untuk melepas cincin yang terpasang di jari tengah pelajar tersebut.
“Jari tengah pelajar itu sudah bengkak besar, karena cincin terpasang sekitar sehari.
Keduanya ke Mako setelah ke Puskesmas dan pihak Puskesmas tidak bisa melepas cincin yang terbuat dari logam itu,” ujar Yudha.
• Manfaatkan Biogas, Warga Sokoduwet Kota Pekalongan Tak Terpengaruh Kelangkaan Gas Elpiji
• Ingin Investasi di Pasar Modal? Kenali BCA Sekuritas
• Hari Nur Starter, Shohei Kembali Cadangan, Ini Susunan PSIS lawan Madura United
• Bupati Sragen Mundur dari Partai Gerindra, Balik ke PDI Perjuangan?
Dituturkannya, petugas membutuhkan waktu dua jam lebih untuk melepas paksa cincin yang terpasang di jari pelajar.
“Cincin baru bisa dilepas pukul 16.45 WIB, itu pun kami harus memotong pelan-pelan cincinnya,” ungkapnya.
Dituturkannya, keterangan dari pelajar yang datang ke Mako, ia membeli cincin logam di warung Kamis (23/8) lalu.
“Katanya setelah menbeli ia memasang secara paksa menggunakan sabun karena cincin kekecilan, namun setelah dipasang tidak bisa dilepas,” kata Yudha.
Ditambahkan Yudha, meski dalam proses pelepasan cincin ia sedikit meronta dan berkaca-kaca, namun senyum bahagia tergambar di wajahnya saat cincin berhasil dilepas.
“Pelajar yang datang ke Mako kami katanya dari Bandung Jawa Barat, dan menimba ilmu di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan.
Ia tak menyebutkan namanya, kami pun ingin bertindak cepat untuk melepas cincin itu.
Setelah berhasil dilepas ia berterima kasih dan melenggang pergi dari Mako,” tambahnya. (bud)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pelepasan-cincin.jpg)