Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

25 Kereta Kuda Meriahkan Kirab Hari Jadi ke-397 Kabupaten Pekalongan

Ribuan orang memadati area di sekitar Kantor Kecamatan Kedungwuni di Jalan Widya Manggala, Pekalongan.

Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi di kereta kuda saat kirab sambut Hari Jadi ke-397 Kabupaten Pekalongan, Minggu (25/8/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Ribuan orang memadati area di sekitar Kantor Kecamatan Kedungwuni di Jalan Widya Manggala, Pekalongan.

Mereka antusias menanti momen spesial HUT ke-397 Kabupaten Pekalongan, Minggu (25/8/2019).

Ribuan orang itu menantikan kirab budaya yang bertemakan "Wahyu Tumurun".

Tak hanya di area sekitar Kantor Kecamatan Kedungwuni, masyarakat juga berjejer di tepi jalan hingga lokasi akhir kirab di Pendopo Kajen.

Mereka  tampak berdesakan agar bisa melihat iring-iringan kereta kuda yang membawa pejabat daerah setempat, mulai dari bupati, wakil bupati, Forkompinda hingga camat.

Totalnya, ada 25 kereta kuda dan 19 mobil yang terlibat dalam kirab.

Sebelum kirab, Sabtu (24/8/2019), Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi berziarah ke Makam Ki Ageng Cempaluk, pendiri Kabupaten Pekalongan.

Jelang kirab, berbagai prosesi juga digelar.

Di antaranya  penyerahan pusaka dan bibit pohon asam yang kemudian ditanam di Lapangan Kecamatan Kedungwuni.

Prosesi lainnya adalah penyerahan Mapanji Cempaluk dari sesepuh setempat.

Mapanji dan ubo rampenya lalu dibawa kereta petaka yang diiringi kereta kuda.

Rombongan kirab dipimpin seorang senopati membawa bendera merah putih yang menunggang kuda.

Mengenai tema, Bupati Asip menerangkan jika hal itu berhubungan dengan pemilihan kepala desa serentak di Pekalongan November mendatang.

Sedangkan ubo rampe wahyu tumurun, lanjut dia, terdiri atas mahkuto yang merupakan simbol kepemimpinan, kukila atau simbol kemampuan, kusuma yang merupakan simbol keharuman dan keindahan serta uwi yang menyimbolkan produktivitas hasil bumi.

Asip berharap, pemimpin desa yang terpilih nanti dapat sukses, amanah, produktif, dan cerdas yang dapat membawa nama baik Kabupaten Pekalongan.

"Kita ingin membangun karakter masyrakat yang berbudaya."

"Yang paling penting adalah pemimpinnya mudah-mudahan amanah dan semakin melayani masyarakat," tandasnya. (Indra Dwi Purnomo)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved