Tingkatkan Angka Kunjungan Museum, Kementerian Kucurkan Dana Alokasi Khusus

Kementerian meminta pengelola museum pemerintah mencontoh pengelolaan museum swasta untuk bisa mendongkrak kunjungan

Tingkatkan Angka Kunjungan Museum, Kementerian Kucurkan Dana Alokasi Khusus
Tribunjateng.com/Rival Al-Manaf
Pengunjung museum goes to campus menikmati salah satu koleksi museum. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kementerian meminta pengelola museum pemerintah mencontoh pengelolaan museum swasta untuk bisa mendongkrak kunjungan.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Permuseuman Kemendikbud, Fitra Arda. Ia menyebut, angka kunjungan hingga saat ini di museum pemerintah belum merata.

"Ada yang pertumbuhannya bagus, namun juga ada yang stagnan. Oleh karena itu kami mencoba mendorong mereka dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan percontohan," terangnya Selasa (27/8/2019).

Salah satu contoh museum swasta yang ia sebut adalah Museum Angkut. Menurutnya dengan meski tiket mulai Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu namun objek itu tidak pernah sepi.

"Kenapa? Karena mereka punya program harian, mingguan, hingga bulanan. Jadi selalu ada yang baru di sana. Sehingga pengunjung saat kembali ke sana akan mendapat sesuatu yang baru," beber Arda.

Ia berharap DAK yang diberikan bisa digunakan pengelola museum pemerintah untuk menyusun program-program. Arda mencontohkan misalnga bisa dibuat pameran sesuai dengan apa yang sedang ramai diperbincangkan.

"Misalnya sedang ramai pemilu, kita buat pameran tentang pemilu, sejarahnya, pemilu di berbagai negara. Sedang ramai pemindahan ibu kota kita buat di museum. Atau kita gandeng sektor ekonomi kreatif dengan menggelar fashion show dan sebagainya," ungkapnya.

Ia menyebut saat ini di Indonesia ada 435 museum yang terdaftar. Meski demikian hanya beberapa yang pertumbuhan kunjungannya menunjukan tren positif.

Menurutnya, besarnya angka kunjungan bukan hanya meningkatkan perputaran ekonomi di dalamnya. Namun juga berpengaruh terhadap seberapa besar jangkauan museum ke masyarakat.

"Di dalam museum ini tidak ada hoaks, isinya justru banyak kearifan di masa lalu misalnya tentang keberagaman bagaimana zaman dahulu Candi Prambanan dan Candi Sewu yang beda agama tapi tetap rukun. Kalau ini nggak tersampaikan ke masyarakat karena kunjungan kurang kan perannya berarti kurang maksimal," bebernya.

Salah satu upaya untuk meningkatkan kunjungan museum juga, Direktorat Permuseuman kemudian mengajak 17 museum di Indonesia baik swasta dan pemerintah untuk memamerkan koleksinya di ajang Museum Goes to Campus di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponergoro.

Pameran selama tiga hari itu dimulai sejak Senin hingga Rabu. Berbagai koleksi museum dipamerkan di sana. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved