Dua Mantan Pegawai UMK Diduga Gelapkan Miliaran Rupiah, Sudah Dua Kali Jalani Sidang di PN Kudus

Dua mantan pegawai Universitas Muria Kudus (UMK) diduga menggelapkan uang Yayasan Pembina UMK dan telah menjalani penahanan sejak 5 Agustus 2019.

Dua Mantan Pegawai UMK Diduga Gelapkan Miliaran Rupiah, Sudah Dua Kali Jalani Sidang di PN Kudus
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Sidang pembacaan eksepsi terdakwa atas kasus dugaan penggelapan oleh mantan pegawai Universitas Muria Kudus (UMK) di Pengadilan Negeri Kudus, Rabu (28/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Dua mantan pegawai Universitas Muria Kudus (UMK) diduga menggelapkan uang Yayasan Pembina UMK.

Keduanya telah menjalani penahanan sejak 5 Agustus 2019.

Kedua mantan pegawai itu yakni Lilik Riyanto, mantan Bendahara Umum Yayasan Pembina UMK dan Zamhuri mantan staf Yayasan Pembina UMK.

Keduanya sudah dua kali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kudus.

Terakhir, Rabu (28/8/2019), keduanya menjalani sidang ketiga dengan agenda sidang pembacaan eksepsi terdakwa dengan nomor perkara 107/Pid.B/2019/PN Kds.

Dalam sidang eksepsi tersebut, baik Lilik maupun Zamhuri menilai, dakwaan yang ditujukan kepada keduanya dinilai tidak cermat dan tidak lengkap.

Selanjutnya, dalam dakwaan Lilik diduga melakukan penyelewengan uang Yayasan Pembina UMK sebesar Rp 2.847.200.00 dinilai tidak tepat.

Semula, Lilik membeli 9 bidang tanah di Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.

Dalam pembelian tersebut, Lilik melibatkan Zamhuri sebagai stafnya.

Nominal 9 bidang tanah yang hendak dibeli dari seorang bernama Muhmmad Ali nilainya mencapai Rp 12.702.800.000.

Halaman
123
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved